Salah satu rumah bergaya etnik Jawa di Solo adalah Roemahkoe yang terletak tepat di Jalan Raya Solo-Kartasura./dok Salah satu rumah bergaya etnik Jawa di Solo adalah Roemahkoe yang terletak tepat di Jalan Raya Solo-Kartasura./dok

Konsep Menghadirkan Rumah Etnik Jawa

1207 Kali

RUMAH190.COM–Pada dasarnya yang disebut sebagai rumah berkonsep etnik bisa dikaitkan dengan suku bangsa, seperti rumah Jawa dan rumah khas beberapa daerah lainnya. Karena berada di Pulau Jawa, rumah etnik yang kebanyakan ditemukan di Solo tentunya adalah rumah berkonsep Jawa.

Rumah etnik Jawa ini memiliki peluang yang sangat bagus untuk digunakan sebagai tempat usaha. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memfungsikan rumah etnik Jawa tersebut sebagai tempat usaha. Dosen Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS Solo, Drs Rahmanu Widayat MSn mengatakan, rumah Jawa yang digunakan sebagai tempat usaha biasanya mengarah pada kepentingan pariwisata.

Ditilik dari asal mula bangunannya, rumah etnik Jawa bisa dikategorikan menjadi dua, yakni bangunan rumah Jawa kuno asli yang memang dibangun berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun lalu dan bangunan rumah baru yang didesain dengan konsep Jawa. Rumah Etnik Jawa tersebut memiliki sisi menarik untuk dijadikan sebagai tempat usaha, seperti homestay, guest house, rumah makan, butik atau usaha lainnya.

Namun Rahmanu menyebutkan, rumah etnik Jawa kuno asli lebih menarik jika dijadikan sebagai tempat usaha yang berkaitan dengan kepariwisataan, karena memiliki nilai historis dan lebih natural. ”Rumah etnik Jawa asli sudah memiliki unsur-unsur pokok dalam rumah yang memiliki karakteristik yang indah, jadi tinggal mengembangkannya,” ujar Rahmanu ketika berbincang dengan Rumah190.com di ruang kerjanya.

Misalnya saja Rumah etnik Jawa asli tersebut digunakan untuk butik, pada pendapa bisa dibuat tertutup dengan dinding kaca untuk me-display baju yang dijual. Yang perlu disesuaikan adalah bagaimana menempatkan tempat kasir, rak untuk baju hingga gantungan baju.

Agar menyatu dengan konsep ruangan, furniturnya bisa dipilih sesuai dengan konsep Jawa, tapi bisa dibuat kontras sesuai dengan selera pemilik. ”Jika langit-langitya ada lampu gantung antik sebaiknya dipertahankan sebagai center of interest sehingga ruangan menjadi lebih menarik.”

Agar lebih menarik pengunjung, bagian krobongan dalam rumah Jawa tersebut bisa dipertahankan. Jika rumah Jawa tersebut digunakan untuk penginapan, tamu bisa disuguhi fasilitas tambahan seperti tamu bisa belajar gamelan, membatik atau belajar menari. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS