konsultasi 27

Konsultasi Desain Rumah: Alternatif Omah Barengan Untuk Wong Solo

313 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Saat ini masyarakat Solo benar-benar mendapat tantangan baru tentang bagaimana memiliki rumah tinggal di dalam wilayah Kota Solo. Selain ketersediaan tanah di perkotaan semakin terbatas, hargatanah yang ada itu pasti sudah melangit. Kendala ini akhirnya membuat wong Solo harus mengambil solusi dengan membangun atau membeli rumah di wilayah penyanggah, seperti: Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar. Penduduk Solo, yang saat ini berjumlah lebih dari 500.000 jiwa, akhirnya banyak yang harus terlempar dari kotanya akibat permasalahan ini.

Apakah ada solusi dari kondisi ini, yaitu wong Solo tetap bisa membangun rumah tinggalnya di Solo? Tulisan ini mencoba menjawab persoalan itu. Tanah yang mahal akan menjadi murah kalau dibeli barengan (bersama-sama), karena beban harga mahal itu telah terbagi secara merata oleh bersama (2-3 keluarga).

Selanjutnya, tanah barengan itu akan digunakan sebagai tempat untuk membangunomah barengan, sehingga wong Solo tetap tidak tercabut dari kotanya. Omah barengan atau share house (rumah berbagi) tentu berbeda dengan rumah susun (rusun). Selain pemiliknya bukan pemerintahan, maka omahbarengan tidak bersifat terlalu massal (>40 keluarga) seperti rusun.

Omah barengan masih bersifat individual, karena pemiliknya adalah rekan-rekan dalam sekantor, seprofesi atau sefamili. Omah barengan juga berbeda dengan kondominium, apartemen ataupun real estate karena masih adanya suasana kekhasan kampoeng dan keterbedaan kelas ekonominya. Contoh karya omah barengan atau share house dapat dilihat pada karya rancangan mahasiswa arsitektur UMS (lihat gambar), yang telah memenangkan sayembara desain (pemenang terbaik ketiga) di UGM, Yogyakarta. Lahan yang hanya 10 m x 12 m (120 m2) ternyata dapat digunakan untuk tiga kepala keluarga (KK). Selain mampu mengatasi kenyamanan termal, audial, visual dan spasial, makaomah barengan juga mampu menghasilkan rumah yang murah, kuat dan indah.

Desain omah barengan ini terdiri dari tiga lantai:

  • Lantai satu digunakan untuk ruang bersama
  • lantai dua digunakan untuk dua KK dan
  • lantai tiga digunakan untuk satu KK
  • kebun produktif

Desain bangunan yang membentuk huruf ā€Uā€ ini berbahan lokal, materil bekas dan produk prefab, sehingga ramah lingkungan.

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS