gedung pertemuan

Konsultasi Desain Rumah: Balai Pertemuan Warga Minimalis

1784 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

RUMAH190.COM–Kepada Ykh: Pengasuh Griya Solopos, Saya mewakili warga RT02/RW05 Gayam Sukoharjo minta tolong untuk dibantu mendesainkan balai pertemuan di wilayah kami. Lahan di wilayah RT kami sudah padat dengan bangunan, sementara kami membutuhkan balai pertemuan yang mampu menampung 40-an warga. Sebagai data tambahan, pada wilayah kami dilintasi oleh sungai irigasi, rel kereta api dan jalan raya Solo-Wonogiri, serta jalan-jalan kampung. Bersama ini kami lampirkan peta wilayah RT kami.  Dimanakah lokasi balai pertemuan yang ideal dan bagaimanakah desainnya? Demikian kami sampaikan, atas bantuannya kami ucapkan banyak terimakasih.

Endang-Sukoharjo

Saat ini rumah-rumah di kampung kota memang semakin menyempit, karena rumah induk dan lahan kebunnya telah diubah menjadi beberapa rumah baru (magersari). Masyarakat cenderung menggunakan pembangunan rumah pola magersari, karena lebih murah dan lebih mudah. Rumah induk yang dahulu besar dan mampu untuk menyelenggarakan acara-acara kampung, sekarang hilang. Oleh karena itu, adanya ide balai pertemuan warga menjadi solusi yang praktis dan efisien, sepanjang masih berada di sekitar kampung. Berdasarkan peta kondisi wilayah yang ada, lokasi yang ideal untuk bangunan itu adalah di dekat pertemuan antara rel kereta api dan sungai irigasi.Lahan di area ini selain milik umum, juga masih mencukupi untuk dibuat bangunan seperti yang dibutuhkan. Desain balai pertemuan RT yang sebagian berada di atas sungai dan sebagaian di atas daratan adalah solusi terbaiknya.

Bangunan ini sekaligus berfungsi sebagai jembatan dan penguat struktur tebing sungainya. Perbaikan dan penguatan pada kedua tebing sungai ini dilakukan untuk menjaga agar arus irigasi ke wilayah pertanian tetap lancar. Sebagaimana diatur dalam PP No. 38/2011 Pasal 31, ruang sungai irigasi harus tetap terjaga aliran airnya, terhindar segala pencemarannya dan tetap terjaga kekokohan kedua tebingnya. Selain itu, kondisi sungai irigasi harus mampu diakses untuk pelaksanaan pemantauan, evaluasi, pengawasan dan pemeriksaan petugas.

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS