konsultasi desain rumah,konsultasi desain rumah minimalis,desain rumah,desain rumah minimalis,desain bangunan. konsultasi desain rumah gratis, konsultasi desain rumah online, konsultasi desain rumah solopos konsultasi desain rumah,konsultasi desain rumah minimalis,desain rumah,desain rumah minimalis,desain bangunan. konsultasi desain rumah gratis, konsultasi desain rumah online, konsultasi desain rumah solopos

Konsultasi Desain Rumah : Bertanam Vertikal nan Ekonomis

871 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Berdasarkan kondisi nyata di lapangan, masyarakat pada umumnya masih merasa sulit menerapkan konsep-konsep griya ramah lingkungan. Saat ini masyarakat perkotaan sebenarnya sudah mempunyai kesadaran tinggi tentang griya ramah lingkungan, namun selalu terkendala oleh pembiayaan dan keterbatasan lahan. Padahal griya ramah lingkungan bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Upaya mewujudkan griya ramah lingkungan pada tulisan ini ditujukan khusus pada pembuatan kebun vertikal dan kolam resapan. Kebun vertikal dapat berupa tanaman pot sayur-mayur maupun herbal yang dipajang secara bersusun-susun di rak-rak, atau digantung susul-menyusul tingginya, atau ditempel pada bidang-bidang vertikal. Sinar matahari dan air hujan adalah bahan dasar utama dalam pembuatan kebun vertikal. Kemampuan memadukan dua bahan dasar itu adalah kunci keberhasilan penghematan ini.

Kebun vertikal ini dapat dilakukan di depan,belakang atau samping griya, asal memenuhi prinsip-prinsip tersebut. Hasil nyata dari kebun vertikal ini adalah cabe keriting, cabe rawit, cabe merah, jeruk purut, jeruk sambal, jeruk nipis, pandan, sirih merah, sirih hijau, sirih Jawa dan lain-lain. Hasil kebun vertikal itu dapat dipetik kapan saja,sehingga dapat mengurangi biaya belanja rumah tangga. Selanjutnya, pembuatan kolam resapan adalah salah satu upaya menampung air hujan dalam jumlah besar. Kolam ini didesain sengaja untuk meresapkan air hujan secara pelan-pelan, sehingga persedian air tanah menjadi tetap berlimpah di sepanjang tahun. Air tanah yang telah meresap selanjutnya dipompa dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para penghuni sehingga tidak membutuhkan air PDAM yang mahal.

Kolam resapan ini juga bisa ditebari benih lele, patin, gurami dan nila, sehingga tidak ada nyamuk yang bersarang. Makanan untuk ikanikan itu sebagian besar berasal dari sisa makanan para penghuni rumah, sehingga dapat mengurangi sampah organik tiap hari. Memasuki usia panen, ikan-ikan itu selanjutnya bisa dikonsumsi.

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS