konsuktasi nov 1

Konsultasi Desain Rumah : Desain Rukan Bergaya Minimalis

678 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Seiring dengan berkembangnya semangat entrepreneur atau kewirausahaan, sebagian masyarakat mulai memandang rumah tidak hanya sekedar sebagai tempat tinggal namun juga sebagai tempat mencari penghasilan. Rumah tinggal yang merangkap tempat usaha kadang sering disebut rumah usaha atau rumah, baik itu berupa usaha jasa, kantor hingga perdagangan.

Semula yang memilih desain ini adalah kalangan entrepreneur dan profesional, namun sekarang mulai meluas pada kalangan umum, yang memiliki lokasi strategis untuk tempat usaha. Memiliki usaha sendiri memiliki beberapa keunggulan antara lain bebas biaya tranportasi rutin, bebas
kemacetan lalu lintas ke tempat usaha sehingga tidak stres dan tubuh lebih fi t saat menjalankan usaha karena tidak banyak terpapar polusi udara di jalan. Selain itu sang pemilik usaha bisa tetap dekat dan berinteraksi dengan keluarga sambil menjalankan aktivitas bisnisnya.
Salah satu jenis rumah usaha adalah rukan alias rumah kantor. Rumah kantor merupakan gabungan rumah tinggal dengan kantor. Umumnya terdiri dari dua lantai. Lantai 1 digunakan untuk kantor dan lantai 2 untuk rumah tinggal.

Sebagai contoh adalah rumah tinggal milik seorang notaris, Shalman Al Farizy, yang terletak di Jl. K.S. Tubun No. 18 Manahan, Solo, yang lantas diubah menjadi rumah kantor bergaya minimalis. Rukan tersebut terletak di lokasi yang sangat strategis yang memiliki jalan lingkungan yang lebar serta berada di pertigaan. Rumah dengan luas bangunan lantai 1 kurang lebih 120 m2 digunakan untuk kantor yang terdiri atas ruang pimpinan, ruang rapat, ruang karyawan, ruang resepsionis dan ruang tunggu yang luas sehingga diharapkan dapat melayani klien dengan nyaman.

Rumah tinggal yang dulunya bergaya klasik disulap menjadi rumah kantor dengan desain minimalis, dengan menghilangkan ornamen-ornamen klasik seperti pagar balkon dengan model lengkung-lengkung dan profi pada dinding serta di bagian depan ditutup kaca sehingga memiliki kesan ringan dan modern. Gaya minimalis didukung oleh penambahan unsur-unsur vertikal dan horisontal dengan permainan batu tempel dan elemen besi. Warna dinding dirubah menjadi abu-abu sebagai warna dasar dan sebagai warna pelengkap dipilih warna merah kuning biru sebagai warna dasar yang
mendukung gaya minimalis. Lahan bagian depan tidak dipagari sehingga terkesan luas yang difungsikan untuk lahan parkir.

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS