Istimewa/ Nurhasan Istimewa/ Nurhasan

Konsultasi Desain Rumah: Hindari Membuat Rumah hingga Batas Kapling

746 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

RUMAH190.COM–Berkehidupan terus berkembang sesuai dengan tuntutannya.Rumah sebagai tempat berteduh tuntutan yang harus dipenuhi, dari semula kontrak hingga pada akhirnya harus membangun sendiri atau membeli baik cara kredit maupun tunai.

Namun, dalam perkembangannya membangun rumah kurang memperhitungkan keamanan keluarga itu sendiri. Hal tersebut bisa kita lihat dalam keseharian dengan terjadinya beberapa kejadian yang merugikan kita sendiri seperti  kebakaran yang merambat hingga puluhan rumah, udara pengap dan berbau, suhu lingkungan menjadi naik, drainase menjadi tidah lancar, kebocoran yang mengakibatkan kerusakan properti rumah, kurang tertatanya bangunan sehingga secara fasad arsitektural tidak bisa maksimum. Beberapa kejadian di atas adalah sebagian dari sekian banyak kejadian yang tidak kita inginkan yang sebagian besar diakibatkan pembangunan rumah/bangunan hingga habis ke batas kapling tanah.

Alasan mengapa seharusnya membangun sebaiknya tidak sampai batas kapling adalah sebagai berikut:

1) Gap Fire & Fire protection, adalah penyekat/pembatas merambatnya api jika terjadi kebakaran.Adanya jarak bangunan dari batas kapling tanah maka akan menghambat rambatan api jikaterjadi kebakaran. Dan akan lebih mudah dalam proteksi menjalarnya api bagi pemadaman kebakaran. Selanjutnya dalah berkaitan dengan lingkungan

2) Sirkulasi udara, seharusnya menjadi perhatian yang lebih dalam merancang bangunan tidak hanya berkutat pada tata ruang dan interior, Kenyamanan tanpa artifisial dapat tercapai karena sirkulasi udara yang baik, sehingga pergantian udara dalam ruangpun menjadi lancar dan oksigen pun terpenuhi dengan baik menjadikan hidup kita semakin sehat. Andaikan harus menggunakan AC karena suatu tuntutan tertentu dari ruang, pengambilan udara segar dan pembuangan untuk AC punterpenuhi dengan baik. 3) Kelembapan, adalah kandungan air dalam udara yang berpengaruh pada segar dan gerahnya tubuh kita. Sirkulasi udara yang baik akan menyeimbangkan kandungan air yang ada, sebab kelembapan yang tinggi bisa mengakibatkan penyakit terutama paru-paru.

4) Suhu, semakin rapatnya bangunan suhu lingkungan akan naik bersamaan ketidalancarnya sirkulasi udara. Suhu akan menjadi stabil atau bahkan menurus seiring dengan sirkulasi angin yang baik.

5) Kebocoran, seringkali dinding yang berada pada batas kapling terjadi kebocoran, diakibatkan dari penyelesaian genteng yang dijepit/ diplester acian bagian atasnya. Pada awalnya tidak terjadi bocor namun beberapa waktu 2 atau 3 tahun kemudian akibat regangan panas hujan mengakibatkan retakan yang kemudian bocor, Hal ini tidak akan terjadi jika atap tidak sampai batas kapling, karena genteng akan melebihi dinding yang ada.

6) Fasad Bangunan /Arsitektural 3 Dimensi, dengan tidak membangun hingga batas kapling maka dengan leluasa kita dapat menampakkan muka bangunan lebih menawan, karena secara 3 dimensi bisa terlihat dengan baik. Pertanyaan yang muncul adalah pasti luas tanah harus cukup luas, kami jawab tidak harus. Bahkan luas tanah yang terbatas pun misal 60 m2 (minimal luasKPR), yang perlu dikendalikan adalah nafsu untuk membangun. Walaupun tuntutan untuk memenuhi kebutuhan ruangm sesuaikan dengan daya dukung lahan dan perhatikan tuntutan lingkunganbagi kehidupan berkelanjutan yang lebih baik dan lebih panjang.

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS