konsultasi nov

Konsultasi Desain Rumah : Menyiasati Pergerakan Udara di Lahan Terbatas

1047 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Rumah tinggal yang terletak di lahan yang terbatas biasanya disiasati penghuni dengan memaksimalkan lahan untuk menambah ruangan. Hal ini karena para pengembang umumnya hanya menggunakan 50% lahan untuk dibangun dengan kebutuhan primer (ruang tamu, kamar tidur dan kamar mandi/WC), sedangkan kebutuhan ruang yang lain diserahkan kepada pembeli.

Pada saat kebutuhan ruang sudah terpenuhi maka tidak ada lahan yang tersisa sehingga koefisien dasar bangunan menjadi 100% (full bangunan). Kondisi ini juga dialami Norman yang tinggal di Perum Griya Pratama, Karangasem, Kartasura. Setelah dilakukan penambahan ruang pada lahan belakang, muncul masalah baru yaitu ruang dalam terasa panas. Hal ini lantaran ruang belakang sudah tertutup oleh atap yang mengakibatkan terhambatnya pergerakan angin di dalam bangunan.

Metode yang digunakan agar udara dapat bergerak yaitu dengan media ventilasi. Angin dapat bergerak secara horisontal melalui jendela dan secara vertikal melalui atap. Dengan kondisi tanah lebar 6 meter dan panjang 18 meter, maka digunakan metode perpaduan pergerakan angin secara horisontal dan vertikal. Dengan cara ini angin masuk melalui pintu dan jendela ruang tamu kemudian bergerak menuju ruang-ruang dalam (kamar tidur, ruang keluarga, ruang makan dan dapur) dan dibuang ke atas melalui kisi-kisi pada atap dapur. Dengan pola tersebut maka akan selalu terjadi pertukaran udara setiap saat.

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS