konsultasi 01 nov

Konsultasi Desain Rumah : Perubahan yang Tetap Memberikan Kenyamanan

301 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Rumah adalah bangunan sebagai tempat untuk tinggal dan melangsungkan kehidupan. Di dalam rumah sebuah keluarga akan memperoleh ketenangan hidup, kenyamanan tinggal dan perlindungan dari gangguan. Dengan demikian rumah tinggal tidak saja harus memenuhi syarat kekuatan (struktural) namun harus juga memenuhi syarat dapat menunjang kehidupan di dalamnya. Rumah harus menjamin anggota keluarga dapat menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria.

Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah didesain sesuai kebutuhan anggota keluarga, kebutuhan akan ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan.Kebutuhan tersebut akan terwujud di antaranya melalui interaksi sosial antara penghuni rumah dengan tetangga atau masyarakat sekitarnya.

Proses interaksi terjadi juga pada bangunan. Bangunan rumah tinggal akan berinteraksi dengan iklim setempat, dan selanjutnya akan berpengaruh pada kehidupan penghuni di dalamnya. Desain rumah tinggal semestinya memperhatikan keadaan alam, terutama aspek pencahayaan alami dan penghawaan alami. Sejak proses desain seorang arsitek sudah mempertimbangkan kondisi alam tersebut, namun pada kenyataannya saat proses pembangunan terdapat ketidaksesuaian antara gambar desain dengan fakta iklim di lapangan. Hal ini umum terjadi. Dengan demikian seorang arsitek idealnya tetap mengawal ketika rumah dalam proses pembangunan. Gambar desain jangan hanya diserahkan kepada tukang bangunan, namun harus tetap dalam pengawasan sang arsitek, karena arsitek akan tahu betul bagian mana dari desain yang harus direvisi guna menyesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan penghuni.

Perubahan desain yang umum terjadi adalah disebabkan pengaruh iklim. Pada contoh kasus berikut (lihat gambar), sejak awal rumah tinggal tersebut dirancang dua lantai,namun dalam perkembangannya (selama proses pembangunan) pemilik rumah menghendaki adanya penambahan jumlah ruang dan penambahan luas beberapa ruang. Kebutuhan ini membawa pengaruh adanya perubahan letak bukaan (untuk cahaya dan ventilasi) agar pola aliran udara tetap terjaga dapat memberikan kenyamanan. Bagian rumah yang paling banyak mengalami perubahan adalah bagian fasad.

Fasad adalah bagian rumah, dimana udara dan cahaya alami akan melaluinya dan masuk ke dalam rumah. Agar tetap sesuai tema rumah tinggal minimalis-etnik dan kesan alami, maka bukaan untuk ventilasi dan cahaya alami pada bagian fasad didesain dengan menggunakan komposisi material kayu dan batu bata merah yang disusun untuk menghasilkan lubang ventilasi. Fasade dibuat tetap menarik, karena merupakan bagian utama bangunan yang paling banyak dilihat orang dan paling mudah untuk dikenali, dan akan membantu dalam membentuk citra dan karakter penghuninya.

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS