Arsitek/ Ir. Nurhasan, MT Arsitek/ Ir. Nurhasan, MT

Konsultasi Desain Rumah: Rumah Minimalis Model Maissonete

1625 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

RUMAH190.COM–Rumah merupakan tempatberlindung keluarga dari iklim, berkembang secara sosial dan ekonomi, rasa aman pada kepemilikan tempat tinggal dan lahan. Keterbatasan lahan/ bumi, keterbatasan penghasilan/ ekonomi menjadi pertimbangan dalam menentukan penyediaan ruang dalam rumah. Pemilihan bangunan bertingkat merupakan solusi terbaik karena keterbatasan lahan (membatasi diri dalam penggunaan lahan) serta pemilihan bahan dan bentuk bangunan menjadi pertimbangan utama.

Rumah tingkat deret (maissonete) merupakan salah satu solusi keterbatasan lahan dan penggunaan material yang hemat.  Usulan bentuk ini hanya sebagai referensi solusi rumah bertingkat sangat sederhana dengan fungsional optimal serta biaya murah.

Ukuran lahan : 3×12 m, ukuran lahan terbangun 3x7m. Lantai 1, fungsi ruang yang ada sebagai ruang tamu/keluarga, ruang makan, dapur mini, dan KM/WC dan teras belakang sebagai tempat cuci dan jemur. Ruang tamu/keluarga menyatu dengan ruang makan dapat dipisahkan secara non permanen dengan almari dan lain sebagainya. Secara umum zona lantai 1 bukan berfungsi untuk tempat non istirahat/tidur. Fungsi guna ruang seluas 3x7m.

Lantai 2, fungsi ruang sebagai ruang tidur yaitu 2 ruang tidur ukuran 3x3m dan 3×4 m, sebuah luasan yang cukup ideal untuk sebuah ruang tidur. Material bangunan tetap memperhitungkan kekuatan secara struktural (termasuk gempa), perawatan mudah dan awet terhadap cuaca/ terlindungi.Struktur, digunakan beton bertulang untuk fondasi footplat, kolom dan balok struktur. Dinding fungsional sebagai penyekat ruang luar digunakan batako diplester bagian interior dan finishing cat.

Struktur lantai dipilih bahan yang ringan untuk mengurangi beban struktur, dapat menggunakan kayu 6/12 atau besi hollow 5/7 atau double canal C baja ringan dengan jarak 50–60 cm. Plat lantai bisa menggunakan teakblock 18 mm untuk rangka lantai kayu dan baja ringan atau menggunakan calcifl oor tebal 18 mm/20 mm, dengan warmess 15×15 cor beton untuk rangka lantai hollow 5/7. Penyekat ruang tidur menggunakan calcibord/GRC rangka hollow/kayu 4/6 fi nishing cat dinding.

Plafon bisa ada atau tidak, lebih hemat menggunakan gypsum board rangka hollow atau GRC rangka kayu 4/6. Struktur atap dengan gunungan dengan jarak antar gunungan hanya 3 m, sehingga gording langsung menumpu pada gunungan. Gording bisa menggunakan kayu 5/10 langsung dengan penutup atap asbes lebih hemat, atau dengan canal C (baja ringan) lebih awet.

Penutup atap menggunakan galvalum (lebih hemat, tetapi bising terhadap suara hujan), atau menggunakan multiroof yang lebih ringan dan lebih hemat pada rangka atap (usuk dan reng).

Secara arsitektural, akan lebih tercapai dalam memenuhi cross ventilation (sirkulasi udara yang baik), kesederhanaan yang sangat fungsional, zona privasi yang lebih. Lantai 1, ruang tamu/keluarga yang menyatu dengan ruang makan, serta dapur tanpa pintu membuat angin bergerak dengan mudah dari depan ke belakang atau sebaliknya. Demikian juga lantai 2, ventilasi/ krepyak di atas jendela memudahkan sirkulasi udara bergerak.

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS