olah sampah

Konsultasi Desain Rumah : Solusi Menangani Sampah Organik

671 Kali

Rubrik ini diasuh oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura.

Seiring dengan akumulasi sampah kota,daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo sudah overload sejak 2007. Sampah dibedakan menjadi dua macam, yaitu organik dan non-organik. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari alam (daun, daging, buah, kayu), sedangkan sampah nonorganik adalah sampah produk buatan manusia (plastik, kaca, keramik, beton). Berdasarkan komposisinya, 68% sampah di Solo adalah organik, sedangkan sisanya (32%) nonorganik. Oleh karena itu, upaya menetralisir sampah organik di tiap rumah adalah langkah yang strategis.

Sampah organik dapat diolah kembali menjadi dua model yaitu pupuk kompos dan pakan ikan. Pengendalian sampah melalui pupuk kompos adalah cara yang hemat, sederhana dan tidak butuh lahan yang luas. Pupuk kompos dapat menyuburkan tanaman, sehingga tanaman berkembang baik dan halaman rumah menjadi sejuk dan segar.

Sementara itu, pengendalian sampah melalui pakan ikan menjadi cara yang mudah, menyenangkan dan menghasilkan. Upaya pembuatan kolam ikan memang membutuhkan biaya, namun hasilnya dapat menggantikannya. Bahkan keuntungannya dapat berkali-kali lipat.

Rumah yang mampu menetralisir limbah organik urgen untuk saat ini, baik di Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Arsitek sekarang dituntut menemukan desain yang mempunyai efi siensi tinggi (murah secara ekonomi), ramah terhadap lingkungan (aman secara ekologi) dan inovatif terhadap cipta-seninya (kreatif secara teknologi). Dengan rumah sebagai pusat penetralisir limbah organik, maka sumber daya alam secara perlahan-lahan akan kembali dalam bentuk sumber daya alam, bukan sampah raksasa.

RELATED POST FOR CATEGORY

Konsultasi

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS