Dok Sofa Informa Dok Sofa Informa

Kover Sofa dari Kain dan Kulit

609 Kali

Memilih sofa adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Pasalnya, kebutuhan harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Manajer Central Agung Furniture, Benny Santoso, 50, mengatakan, sofa memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Namun, biasanya pemilik rumah menaruh sofa di ruang tamu dan ruang keluarga.

Menurutnya, pemilik hendaknya memilih bahan kover sofa sesuai dengan iklim atau cuaca di lingkungan sekitar. Misalnya, untuk wilayah dengan udara relatif panas, lebih cocok menggunakan sofa dengan kover kain. Alasannya, sofa dengan bahan itu tidak panas. Namun, mayoritas orang Solo dan sekitarnya lebih memilih sofa dengan kover semi kulit atau biasa disebut bahan oscar.

Sofa semi sintetis dinilai lebih mudah dibersihkan. Sofa kain dianggap lebih cepat kotor. “Padahal membersihkan sofa kain juga tidak terlalu sulit. Bisa menggunakan kemoceng. Bahan itu juga lebih nyaman,” ujarnya saat ditemui Espos di gerainya yang berada di Jl. Slamet Riyadi 228, Solo, beberapa waktu lalu.

Menurut lelaki asal Bandung, Jawa Barat itu, bahan semi sintetis cenderung lebih cepat rusak. Di antaranya disebabkan keringat yang keluar dari orang yang duduk di atasnya. Keringat itu menempel dan membuat bahan semi sintetis getas dan akhirnya bisa sobek.

Sementara itu, toko furnitur itu menyediakan sofa impor dan sofa lokal. Ia menilai sofa impor memiliki desain yang lebih ciamik. Namun, secara kualitas dan ketahanan sebenarnya lebih unggul sofa lokal. “Sofa impor itu banyak yang terlihat seperti berbahan kulit. Tetapi itu bukan. Itu ya pintar-pintarnya mereka merekayasa bahan penutup sofa,” kata dia.

Dari sisi harga, sofa impor jelas lebih mahal. Satu set sofa impor untuk ukuran ruangan besar beserta meja dijual dengan harga Rp15 juta-Rp25 juta. Sementara sofa lokal grade I di toko yang buka pukul 08.00 WIB-20.00 WIB itu dihargai Rp7 juta-Rp9 juta; grade II lebih murah yaitu Rp4 juta-Rp5 juta.

“Kalau sofa lokal untuk ruangan kecil harganya Rp2 juta-4 juta. Itu grade I. Kalau sofa impor, kami tidak menyediakan untuk ruangan kecil,” papar warga Kemlayan, Solo itu.

Di sisi lain, menyasar segmen yang berbeda, Informa Solo Paragon juga menyediakan bermacam jenis dan ukuran sofa. Toko yang berada di lantai dasar Solo Paragon itu khusus menjual sofa impor berbahan kulit asli dan kain. Sofa dengan bahan pelapis kulit asli memiliki keunggulan, misalnya lebih awet dan tidak mudah panas. Hal itu berbeda dengan bahan semisintetis.

“Model-model sofa yang ada di sini mengikuti perkembangan tren. Kami memberi jaminan kualitas. Rangka pada sofa tersebut dari solid wood [kayu asli],” terang Asisten Manajer Informa Zaki Hanung.

Informa juga memiliki sofa berbahan kain yang diimpor dari Amerika Serikat dengan nama brand Ashley. Sofa itu memiliki jaminan mutu dan sertifikat asli dari AS yang ditempel di bagian bawah tempat duduk. “Untuk jenis ini 90 persen bergaya klasik. Jadi kalau kurang srek dengan bahan kulit bisa memilih bahan kain,” ungkapnya.

Respons pasar dinilai positif. Terbukti, selama tiga bulan sejak peluncuran, target penjualan selalu terpenuhi. Di Informa, konsumen tak harus membeli satu set sofa. Mereka bisa memilih sesuai kebutuhan dan keinginan.

Harga sofa kulit dengan tiga tempat duduk sekitar Rp11 juta. Sedangkan untuk yang dua tempat duduk harganya Rp8 juta. Harga sofa kain lebih murah sekitar Rp1 juta. “Kami ada promo hingga 15 persen untuk pembelian minimal Rp6 juta,” tutur dia.

Nah, sekarang, tinggal tentukan pilihan Anda. Mana yang akan Anda beli? (Ivan Andimuhtarom/JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS