www.houzz.com www.houzz.com

Lahan untuk Penyerapan Air

1136 Kali

RUMAH190.COM Seiring perkembangan zaman, luas hutan kian menyempit akibat pemanfaatan lahan  untuk berbagai kepentingan.Demikian pula lahan pertanian kian berkurang karena beralih fungsi, di antaranya untuk perumahan dan industri. Kepala bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian  Provinsi Jawa Tengah (Kabid Dispetran Jateng), Ir Hari Tri Hermawan mengatakan di Jateng  sebanyak 2.000 hektare lahan beralih fungsi setiap tahunnya.
Jika kondisi alih fungsi ini tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin masalah besar akan timbul di kemudian hari. Hutan sebagai penyimpan air tentu sangat vital untuk mencegah terjadinya erosi, banjir dan kelangkaan sumber kehidupan tersebut.Pemerintah telah mengupayakan langkah-langkah makro dan mikro untuk pencegahan terjadinya masalah-masalah tersebut. Sebagai masyarakat, sebenarnya bisa melakukan langkah kecil yang bisa dimulai dari rumah tinggal kita. Yakni dengan menyisakan sedikit lahan di pekarangan untuk serapan air. Bagi perumahan yang mengandalkan sumber air dari sumur permukaan, hal ini menjadi vital karena persediaan air sangat bergantung dari lingkungan di sekitarnya. Semakin sedikit permukaan serapan, maka persediaan air juga menjadi terbatas. Buntutnya, sumur menjadi cepat kering di musim kemarau.

Andalkan air hujan
Dosen Interior di Universitas Sahid Solo, Kusbimantoro mengatakan minimnya serapan disebabkan oleh banyaknya permukaan tanah yang dikeraskan dengan bahan yang tidak menyerap air, misalnya cor. Sehingga air hujan yang jatuh dari langit akan langsung mengalir ke selokan. “Biasanya pekarangan rumah semuanya dicor sehingga air hujan langsung mengalir ke selokan, lalu ke sungai dan berakhir ke laut. Tidak ada yang diserap oleh tanah,” kata dia kepada Espos.Sementara itu, persediaan air pada sumur dangkal sangat mengandalkan air hujan. Sehingga pada pemakaian yang berkelanjutan, sumur akan cepat kering. Dosen yang sedang mengambil studi S2 Lingkungan Hidup di UNS Solo ini menambahkan, pengerasan permukaan pekarangan bisa dilakukan dengan banyak hal.

Di antaranya dengan membiarkan tanah di halaman terbuka tanpa pengerasan. Namun biasanya pada musim penghujan, permukaan ini akan menjadi becek. Untuk menyiasati ketidaknyamanan ini, tanah bisa ditutup dengan bebatuan kecil. Agar tetap indah, bisa dipilih batu berwarna kemudian ditata dengan pola tertentu.Sementara itu, pengerasan dengan cor bisa dilakukan sepanjang ada ruang atau sela untuk penyerapan air. Biasanya pengerasan ini dikombinasikan dengan menempatkan rumput di sela-selanya.

Dengan pengerasan cor ini, pemilik rumah juga bisa lebih leluasa dalam membuat pola sela atau  lubang, misalnya segi empat, segi tiga atau belah ketupat.Cara lain adalah menutup permukaan tanah dengan paving blok. Menurut Kusbimantoro, paving ini ada dua macam yakni yang full atau rapat dan ada yang terdapat lubang. “Paving ada dua macam. Pertama adalah full dan sebaiknya dihindari. Kedua adalah paving blok yang ada lubangnya”.Jenis kedua ini juga bisa dikombinasikan dengan rumput agar permukaan tampak indah. Pada pemakaian paving blok penampang yang luas, hendaknya diberi tanaman yang teduh untuk mengurangi efek terik matahari.  ( Akhmad Ludiyanto )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS