Udara segar yang masuk ke dalam rumah akan membawa manfaat bagi kesehatan sang penhuni rumah./http://spectrum-paint.com/ Udara segar yang masuk ke dalam rumah akan membawa manfaat bagi kesehatan sang penhuni rumah./http://spectrum-paint.com/

Manfaat Ventilasi pada Rumah Tropis

538 Kali

RUMAH190.COM–Lubang sirkulasi udara atau lubang angin-angin pada bangunan rumah hunian akan menentukan kualitas sehat tidaknya ruangan. Apa dan bagaimana sebenarnya lubang sirkulasi udara pada bangunan rumah?

Rumah yang sehat adalah rumah yang memiliki pencahayaan dan penghawaan alami. Untuk mendapatkan penghawaan alami di antaranya dilakukan dengan membuat bukaan dinding misalnya pintu, jendela dan lubang-lubang sirkulasi atau lubang angin-angin.

Keberadaan bukaan dinding untuk sirkulasi udara ini mutlak untuk rumah yang dibangun di daerah tropis yang rata-rata suhu hariannya cukup tinggi. Jumlah bukaan dinding yang ideal juga akan menghemat energi karena rumah tak butuh air conditioner, kipas angin dan lain sebagainya.

Jika jendela atau pintu berperan sebagai jalur pertukaran udara secara umum, maka lubang angin-angin berfungsi sebagai jalan keluar udara panas yang terperangkap di dalam rumah.

Sifat fisika udara panas yang ringan membuat zat ini terbang lebih tinggi dibandingkan udara dingin. Karena itulah butuh lubang angin-angin (lubang ventilasi) yang ditempatkan di bagian atas dinding agar udara panas yang terperangkap bisa cepat keluar dari ruang rumah. Seperti diketahui udara panas yang berlebih akan membuat rumah menjadi lembab, sebuah kondisi lingkungan di mana bakteri dan sumber penyakit lain dapat berkembang maksimal.

Menurut Dosen Desain Interior Universitas Sahid Surakarta (USS), R Kusbimantoro SSn, fungsi lubang angin-angin ini yang terpenting bisa untuk sirkulasi udara. ”Posisi lubang angin-angin sebaiknya pada dinding bagian atas untuk mengeluarkan udara panas. Angin akan membawa hawa panas ke atas, karena udara panas itu lebih ringan daripada udara yang lembab,” kata Kusbimantoro.

Jika sirkulasi udara tidak lancar, imbuh Kusbimantoro, udara akan terperangkap serta meresap ke pori-pori kursi atau sofa dan sudut-sudut lain. Ditambahkannya, untuk ruangan ber-AC, lubang angin-angin bisa berupa kaca dan bahan aluminium yang dapat digeser atau dibuka.

”Agar sirkulasi udara segar masuk ke rumah, sebaiknya setiap pagi jendela atau lubang angin-angin tersebut dibuka sekitar satu atau dua jam. Baru kemudian ditutup kembali agar ruangan AC dapat udara dingin yang maksimal,” tandasnya.

Bentuk lubang angin-angin beraneka ragam, ada yang berbentuk oval, bulat, bujur sangkar dan lain sebagainya. ”Tren rumah minimalis saat ini bentuknya bujur sangkar atau persegi panjang dari kayu yang dipasang di depan rumah atau di samping rumah,” ujar Kusbimantoro.

Lain halnya dengan lubang angin-angin zaman dahulu yang cenderung berbentuk bulat atau oval dengan gaya mediteran yang banyak menggunakan profil. ”Bahkan ada juga pelat besi yang diberi lubang-lubang.”

Bukaan

Ditambahkan Kusbimantoro, bentuk lubang angin-angin itu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan si pemilik rumah dan disesuaikan dengan arah mata angin. ”Selain itu lubang angin-angin juga perlu diberi overhang atau kanopi untuk memberi keteduhan. Kesesuaian antara bentuk jendela dan lubang angin-angin juga perlu dilakukan,” tandas Kusbimantoro.

Mengutip situs greenproperti.com, untuk memungkinkan pergantian udara secara lancar diperlukan minimum luas lubang ventilasi yakni 5 persen dari luas lantai dan jika ditambah dengan luas lubang yang dapat memasukkan udara lainnya (celah, pintu, jendela dan sebagainya) menjadi berjumlah 10 persen luas lantai. ( Eri Maryana )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS