hebelpanel.com hebelpanel.com

Material Rumah: Bata Ringan Jadi Alternatif

464 Kali

 

Kendati lebih menghemat biaya dalam proses pemasangan, batako memiliki kelemahan yakni lebih berat. Oleh karena itu, penggunaan batako tidak direkomendasikan untuk bangunan bertingkat. Beratnya batako dikhawatirkan akan menambah beban yang ditanggung oleh konstruksi. Jika konstruksi bangunan bertingkat itu tidak kuat, dinding batako bisa roboh sewaktu-waktu. Alih-alih bisa menghemat uang, robohnya dinding itu tentu mengakibatkan kerugian yang cukup besar..

Sebagai solusi, penggunaan jenis bata ringan atau hebel bisa menjadi alternatif. Hebel terbuat dari bahan-bahan seperti kuarsa, semen, kapur, gipsum, air, serta alumunium sebagai bahan pengembang. Hebel umumnya berukuran panjang 60 cm, tinggi 20-40 cm dengan ketebalan yang bervariasi mulai 75, 100, 125, 150, 175 hingga 200 cm. Hebel memiliki berat jenis antara 520 kg/m3 hingga 650 kg/m3.

Bata ringan ini kali pertama dikenalkan Joseph Hebel pada 1943 di Swedia. Penggunaan hebel diperkirakan sudah merambah Indonesia sejak era 90-an untuk pembangunan gedung-gedung bertingkat. Kendati cukup ringan, hebel ternyata lebih kuat daripada batako. “Seperti layaknya batu apung yang memiliki sifat ringan tetapi sangat kuat, ulet dan tidak mudah retak,” ujar dosen Program Studi Arsitektur, Universitas Sebelas Maret (UNS), Rachmadi Nugroho, beberapa waktu lalu.

Lantaran ringan, lanjut Rachmadi, hebel tidak direkomendasikan untuk dinding pemikul beban utama. Hebel diproyeksikan untuk dinding-dinding partisi. Penggunaan hebel juga harus didukung dengan konstruksi yang kuat. Soal harga, sambung Rachmadi, hebel memang lebih mahal dibandingkan bata merah atau batako. “Karena harganya lebih mahal, sementara ini bata ringan itu lebih banyak digunakan untuk pembangunan hotel maupun pasar swalayan,” paparnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS