Salah satu contoh kamar mandi yang menonjolkan konsep kembali ke alam. Meski demikian privasi pemakai harus tetap dijaga dengan menghadirkan penutup kamar mandi yang rapat./pinterest. Salah satu contoh kamar mandi yang menonjolkan konsep kembali ke alam. Meski demikian privasi pemakai harus tetap dijaga dengan menghadirkan penutup kamar mandi yang rapat./pinterest.

Membangun Kamar Mandi Nyaman

929 Kali

RUMAH190.COM–Bagaimanakah merancang kamar mandi yang ideal? Sulit untuk digambarkan karena kamar mandi saat ini tak hanya berperan sebagai tempat bersih-bersih, tetapi juga tempat bersantai sebelum bersih-bersih.

Kamar mandi adalah suatu ruangan di mana seseorang dapat mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kadang-kadang kamar mandi juga dilengkapi dengan wastafel (tempat cuci tangan) dan juga kakus.

Mengutip wikipedia.org, secara umum kamar mandi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu “basah” dan ”kering”. Kamar mandi basah biasanya mempunyai sebuah tempat penampungan (bak) air. Dari bak ini orang mencidukkan air dengan gayung yang kemudian disiramkan ke tubuhnya. Kamar mandi seperti ini paling umum digunakan di Indonesia. Kamar mandi kering biasanya menyediakan sebuah tempat khusus untuk orang yang mandi. Cara mandinya pun berbeda, biasanya menggunakan pancuran (shower) atau dengan duduk atau setengah berbaring berendam di sebuah bak mandi.

Bak besar ini kadang-kadang juga ditambah dengan pancuran sehingga orang tidak harus selalu berendam di bak tersebut. Ini dilakukan untuk lebih menghemat penggunaan air. Kamar mandi kering paling banyak ditemukan di negara-negara Barat, terutama karena aliran airnya lebih terjamin.

Konsep sederhana

Menurut Ken Sunarko, Dosen Jurusan Desain Interior, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, kamar mandi dalam konsep sederhana hanya untuk mandi dan buang air besar atau buang air kecil. ”Jika konsep kamar mandi hanya untuk mandi maka kamar mandi ukuran 2 x 1,5 meter sudah cukup,” lanjut Ken Sunarko.

”Yang terpenting saat merancang kamar mandi, harus disediakan sirkulasi udara masuk dan sirkulasi udara kotor dengan cara memasang continous ventilation di pintu bagian bawah atau di atas pintu kamar mandi, atau di dinding atas. Biasanya udara kotor atau udara panas keluarnya lewat ventilasi bagian atas,” paparnya sembari menambahkan hal ini sangat penting untuk menstabilkan udara segar yang ada di dalam ruangan tersebut.

Selain itu, imbuh Ken, saat merancang kamar mandi perlu juga dirancang adanya floor drain untuk sirkulasi pembuangan air sabun atau air kotor, trap di wastafel dan saluran pembuangan kloset ke septic tank.

Yang paling penting lagi, dalam hal pemilihan ubin lantai dan dinding kamar mandi, harus dibedakan. ”Ubin lantai kamar mandi mestinya dibuat yang kesat, tidak licin dan hindari yang berwarna hitam karena air sabun biasanya menimbulkan bercak putih. Sedangkan ubin untuk dinding biasanya bentuknya lebih mengkilat dan licin,” lanjut Ken.

Saat ini fungsi kamar mandi sudah berkembang, tidak sekadar untuk kebutuhan mandi tapi juga tempat bersantai. Bahkan ada kamar mandi yang menghadirkan taman di sekitarnya dan membiarkan cahaya matahari masuk dengan leluasa.

Ada pula kamar mandi yang dilengkapi meja plus rak koran dan ruang baca. Kamar mandi seperti itu, sambung Ken, biasanya diletakkan menyatu dengan kamar tidur utama.

Lantas bagaimana dengan ukuran kamar mandi yang ideal? Menurut Ken Sunarko, ukuran kamar mandi sangat tergantung pada kebutuhan dan luas lahan si pemilik rumah. ”Ukuran kecil 2,5 x 3 meter pun bisa untuk kamar mandi dengan fasilitas bath tub dan meja rias,” ungkapnya. (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS