pinterest.com pinterest.com

Membangun Rumah di Tanah Berkontur

1567 Kali

RUMAH190.com Tanah berkontur tak selamanya menjadi kendala untuk membangun rumah di atasnya. Bila Anda pandai menyiasati kondisi ini, kekhawatiran akan terjadinya longsor bisa diantisipasi. Sehingga bangunan tetap kokoh berdiri dan nyaman ditinggali. Jangan ragu bereksperimen bila Anda membangun rumah di tanah berkontur. Dengan sedikit kreativitas, usaha dan sudah barang tentu biaya, kondisi tanah yang berkontur bisa dimanfaatkan untuk menambah nilai estetika rumah, yang perlu dilakukan hanyalah mengikuti kontur tanah.

Keinginan untuk mempertahankan kontur tanah ini pulalah yang membuat rumah peristirahatan Dien Irhastini di Lingkungan Jetis, Wuryorejo, Wonogiri terlihat unik dan berestetika tinggi. ”Saya membangun rumah ini dengan mempertahankan kontur tanahnya yang berbukit, karena tidak ingin mengubah view-nya (pemandangan) Wonogiri yang indah. Dari sini saya bisa melihat pemandangan Waduk Gajah Mungkur dan perbukitan. Apalagi sore hari saat matahari terbenam, pemandangannya indah sekali,” ujar Dien.

Awalnya, terang Dien, lahan perbukitan itu merupakan tanah kritis yang tak banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Berbagai tanaman yang ditanam di tempat itu sulit tumbuh. Akibatnya tanah seluas sekitar 5.000 meter persegi itu pun terbengkalai.

Melihat kondisi itu, Dien justru melihat potensi lain dari lahan tersebut, maka dengan sedikit eksperimen dan bantuan beberapa rekan ia mencoba membangun rumah peristirahatan di tempat itu.

Ternyata tidak mudah membangun di tanah berkontur, selain karena derajat kemiringan tanah dan berbukit, ketebalan tanah di lahan itu ternyata hanya sekitar satu meter. ”Kedalaman tanah hanya satu meter, lebih dari itu sudah batu-batuan besar,” ujar Dien lagi. Lantas bagaimana Dien menyiasati hal itu? Ia mengaku fondasi dibuat seperti biasa dengan memanfaatkan bebatuan asli dari dalam tanah, tentu saja dengan sedikit penyesuaian dengan kondisi tanah. Justru, sambung Dien hal itu, menjadi keuntungan tersendiri karena fondasi bisa lebih kuat dengan pemanfaatan batu alam yang tepat.

Untuk mengurangi potensi longsor yang kerap kali menghantui bangunan-bangunan di tanah berbukit, Dien mengaku kuncinya adalah dengan fondasi yang kuat dan kokoh. ”Memang bukan hal mudah, karena itu saya membangunnya secara bertahap, pelan-pelan,” katanya. Meski nyaris tak pernah mendiami bangunan itu, Dien mengaku cukup puas dengan rumah hasil kerja kerasnya itu.

Bagaimana tidak, dengan mempertahankan kontur tanah yang berbukit, rumah bergaya Jawa tersebut justru nampak lebih eksotis dengan pemandangan alami yang menenangkan hati dan halaman luas yang dipenuhi tanaman hias seperti anggrek.

Kalau Dien, memilih membangun rumah dengan mengikuti kontur tanah yang berbukit lain lagi dengan Hadi. Pria setengah baya ini lebih memilih metode cut and fill untuk membangun tempat tinggalnya yang terletak di kawasan kaki Gunung Lawu di Magetan, Jawa Timur. ”Sebenarnya saya ingin juga membangun rumah dengan mengikuti kontur tanah, karena hasilnya rumah bisa lebih dinamis, tapi dana yang dibutuhkan terlalu besar. Jadi saya gunakan metode cut and fill,” ujar Hadi.

Antisipasi longsor

Dengan metode tersebut, biaya pembangunan khususnya untuk fondasi rumah bisa lebih hemat. Pasalnya, agar bangunan berdiri kokoh, fondasi untuk bangunan yang mengikuti kontur tanah harus dibuat selayaknya fondasi untuk bangunan bertingkat. Hal ini sudah pasti butuh dana yang lebih besar. Lantas bagaimana dengan ancaman bahaya longsor? Ditambahkan Hadi, untuk mengatasi hal itu, ia membuat halaman belakang yang dilengkapi dengan pepohonan seperti mangga dan rambutan.

”Selain itu saya juga membuat pagar dinding yang juga berfungsi sebagai tanggul di halaman belakang, di sekelilingnya saya buat selokan kecil memanjang mengelilingi rumah yang berfungsi untuk mengalirkan air yang jatuh dari lereng gunung,” terangnya lagi.

Sebenarnya tak ada patokan model rumah yang dikhususkan untuk tanah berkontur. Mulai dari rumah tropis, bergaya minimalis hingga tradisional Jawa bisa diterapkan pada tanah berkontur. Bila Anda orang yang mengedepankan estetika dengan budget tak terbatas, bangunan yang mempertahankan kontur tanah merupakan pilihan tepat karena bentuk rumah bisa lebih dinamis. Namun bila budget Anda terbatas, metode cut and fill bisa jadi alternatif membangun rumah di tanah berkontur. ”Saya juga tidak menyarankan untuk membangun rumah dengan mengikuti kontur tanah, itu kan bergantung selera masing-masing,” imbuh Dien lagi.  ( Esmasari Widyaningtyas)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS