Untuk jendela bergaya minimalis hendaknya bentuk jendelanya menggunakan detail sederhana, polos dan tidak banyak profil/dok. Untuk jendela bergaya minimalis hendaknya bentuk jendelanya menggunakan detail sederhana, polos dan tidak banyak profil/dok.

Memilih dan Menyelaraskan Jendela Kayu

546 Kali

RUMAH190.COM–Jendela adalah salah satu komponen bukaan dinding yang penting dalam bangunan rumah. Banyak macam jendela yang kini berkembang tapi jendela konvensional yang berkusen dan berdaun kayu tetap yang paling populer.

Ada jendela bergaya spanyolan, gaya mediteran maupun gaya minimalis. Semua itu dipilih demi menghadirkan suasana ruang yang diinginkan.

Menurut staf pengajar Program Desain Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Soepono Sasongko, bentuk jendela biasanya disesuaikan dengan gaya rumah, misalnya gaya minimalis maka bentuk jendelanya menggunakan detail sederhana, polos dan tidak banyak profil. ”Lain halnya dengan gaya victorian, dengan ukiran yang lebih njelimet,” kata Soepono. Namun saat ini orang cenderung tidak lagi mengikuti mainstream tertentu, mereka bisa menggunakan gaya apa saja.

Hal terpenting dalam mendesain kusen dan daun jendela adalah harus memperhatikan faktor pencahayaan sehingga ada sirkulasi sinar matahari yang masuk ke rumah. ”Salah satunya dengan memadupadankan antara bahan kayu dengan kaca,” lanjutnya. Jika dilihat dari aspek interior, perlu juga menyelaraskan mebel yang ada dengan kusen dan daun jendela agar senada.

”Misalnya jika kusen dan daun jendela mengekspos segi estetis serat pada kayu, sebaiknya mebelnya pun menggunakan kayu berserat dengan finishing yang senada,” ujarnya. Namun jika tidak ingin menonjolkan serat karena alasan kualitas kayu kurang bagus, bisa dilakukan dengan finishing duco.

Kondisi kering

Sedangkan untuk pemilihan kayu saat ini orang sudah mulai melirik jenis kayu lain, sebagai alternatif kayu jati. ”Kayu untuk jendela itu selalu diidentikkan kayu jati, karena selain awet, juga kebutuhan adanya budaya jati minded sehingga mereka lebih sreg memakai jati,” ungkap Soepono.

Namun seiring dengan harga kayu jati yang semakin mahal, lanjutnya, orang mulai memilih kamper kalimantan, beng kirei (BK), merbau dan kayu nangka. ”Bahkan kayu mindi juga dipakai karena seratnya mirip kayu jati, karena aspek serat juga penting untuk kebutuhan estetis. Namun mindi kurang bagus untuk kusen karena sifatnya yang sangat lunak,” papar Soepono. Ia menegaskan hal utama yang harus diperhatikan saat memilih kayu untuk kusen dan daun jendela adalah kepadatan pori-pori kayu.

Terpisah pemilik toko mebel Bares Asli, Sraten, Solo, Ny Prasetyo menyatakan hal terpenting dalam memilih kusen kayu adalah memastikan kayu yang digunakan dalam kondisi kering. “Untuk pemilihan kayu bisa menggunakan kayu lain, tidak harus jati. Seperti kayu merbau, mahoni atau meranti. Yang penting kualitas kayu ketika diolah dalam kondisi kering betul sehingga tidak molet (melentur-red) dan mbubuk (mengeluarkan bubuk kayu-red).”

Untuk mendapatkan kualitas kayu yang bagus, imbuhnya, sebaiknya pilih kayu yang kering dan telah disemprot dengan zat antihama atau antirayap. Selain itu, aspek finishing juga harus diperhatikan. ”Finishing tidak harus dari vernis, tapi bisa dengan melamin atau finishing duco,” jelasnya.

Untuk penyelesaian akhir kusen dan daun jendela sebaiknya menggunakan jenis finishing yang sama, tapi warnanya bisa dikombinasikan warna tua dan muda. Misalnya kusen divernis cokelat muda dan daun jendela dengan warna cokelat tua. ”Kalau ingin menampilkan estetis serat kayu bisa digunakan finishing melamin,” paparnya.  (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS