Akan lebih baik jika pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu tidak menggunakan tembok permanen, tapi cukup menggunakan partisi atau sketsel yang fleksibel dilipat dan dapat dengan mudah dipindahkan.//berlinhappens.com Akan lebih baik jika pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu tidak menggunakan tembok permanen, tapi cukup menggunakan partisi atau sketsel yang fleksibel dilipat dan dapat dengan mudah dipindahkan.//berlinhappens.com

Memilih Furnitur Fleksibel dan Moveable

652 Kali

RUMAH190.COM–Menyediakan tempat bermain bagi anak di dalam rumah merupakan sebuah pilihan bagi orangtua. Bagi mereka yang lebih memilih berinvestasi terhadap perkembangan anak ketimbang mengedepankan investasi barang-barang di rumah, menyediakan tempat bermain bagi anak menjadi sebuah keharusan.

Bagi rumah yang ukurannya besar, menyediakan ruang khusus sebagai tempat bermain anak mungkin saja tak menemui kendala berarti. Namun, bagi mereka yang memiliki rumah berukuran kecil, menyediakan ruangan khusus untuk tempat bermain anak biasanya sulit diwujudkan.

Menyiasati kondisi semacam itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Dosen Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Soepono Sasongko menyebutkan, menggunakan ruang keluarga untuk tempat bermain anak dapat menjadi salah satu pilihan tepat.

Soepono menjelaskan akan lebih baik jika pemisah antara ruang keluarga dan ruang tamu tidak menggunakan tembok permanen, tapi cukup menggunakan partisi atau sketsel yang fleksibel dilipat dan dapat dengan mudah dipindahkan. ”Dengan begitu ruangan untuk anak bermain menjadi lebih lapang dan mereka bisa bergerak lebih leluasa,” ujar Soepono saat ditemui Rumah`90.com di ruang kerjanya.

Supaya ruang keluarga atau ruang tamu aman digunakan sebagai tempat bermain anak, maka pemilihan furnitur sebaiknya menggunakan prinsip fleksibel dan moveable. Furnitur yang fleksibel dalam hal ini, seperti kursi atau meja yang mudah dilipat.

Sedangkan furnitur moveable sendiri diartikan sebagai furnitur yang mudah dipindah-pindahkan atau digeser karena dilengkapi dengan roda. ”Atau bisa juga dipilih furnitur yang luarnya dilapisi dengan busa pegempuk, sehingga tidak membahayakan anak-anak ketika bermain,” kata dia.

Pilihan lainnya adalah menggunakan kamar tidur sebagai tempat bermain. Agar kamar tidur terasa lebih lapang untuk bermain anak, diperlukan pemilihan tempat tidur yang fleksibel dan mudah digeser. ”Dapat dipilih tempat tidur atau kasur yang dapat dilipat. Jadi saat anak ingin bermain, kasurnya tinggal dilipat sehingga ruangan jadi lebih luas.”

Sementara penataan barang mainan milik anak dapat diletakkan di sebuah wadah yang mudah dipindah dan diangkat. Seperti contohnya ditempatkan dalam kotak yang ada rodanya. ”Saat anak ingin bermain, mereka tinggal mengeluarkan mainan dari kotak dan setelah selesai dapat mengembalikan ke tempat semula. Selain mengirit tempat, hal ini sekaligus dapat melatih anak disiplin dan tertib,” kata dia.

Agar lantai lebih aman bagi anak-anak, ujar Soepono, lantai dapat dilapisi bahan dari finil dengan tebal dua hingga lima milimeter yang bawahnya dilapisi underlayer dari bahan busa dengan ketebalan sekitar lima milimeter. ”Dengan memasang finil plus underlayer dari busa sangat aman bagi anak untuk bermain di atasnya. Saat terjatuh, anak tidak akan merasa sakit. Selain itu, bahan finil mudah dibersihkan, tahan air, tidak lembab dan lentur,” kata Soepono. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS