hargacat.com hargacat.com

Mempertajam Tekstur Alami Kusen Kayu

986 Kali

RUMAH190.COM Bahan kusen untuk perumahan saat ini adalah kayu, meski ada bahan lain seperti besi, plastik atau aluminium. Di antara kelebihan pemakaian kusen kayu adalah memiliki kekuatan, teksturnya juga indah sehingga dapat ditempatkan di berbagai ruangan. Oleh sebab itu, pemilihan kayu menjadi faktor penting agar kusen tidak memuai atau berubah bentuk. Kayu pilihan adalah kayu yang kering atau sudah di-oven. Setelah bahan tersedia, pekerjaan akhir atau finishing juga sangat menentukan umur kusen. Pengerjaan yang baik pada kusen akan meningkatkan keawetan.Kusen tidak akan mudah rusak atau lapuk karena terlindung dari berbagai ancaman seperti cuaca atau serangan rayap.

Guru Kriya Kayu SMK Kriya Sahid Sukoharjo, Wawan Darmawan mengatakan Untuk pengelolaan finishing ada tiga bahan yang digunakan yakni politur, melamin dan NC.Bahan lapisan yang populer untuk kayu adalah dengan melamin. Belakangan, kata dia, mulai dikembangkan teknik finishing melamin dengan teknik waterbase. Yakni pelapisan permukaan dengan menggunakan bahan tertentu dengan pelarut air. Teknik ini juga melahirkan motif yang cukup banyak. “Teknik waterbase ini adalah finishing dengan menggunakan bahan pelarut, air. Dengan teknik khusus, aneka motif yang ditimbulkan juga sangat banyak,” katanya saat ditemui Rumah190.com beberapa waktu lalu.

Motif-motif itu di antaranya adalah bio color, bio pori indah, bio crackle (pecah seribu), bio granit serta marble, dan bio vacacy sealer.Dengan teknik ini, kayu akan tampak lebih indah dan terlindung dari berbagai ancaman dari luar.
Untuk menjaga naturalitas warna dan tekstur kayu, maka yang digunakan adalah teknik bio color. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, prosesnya cukup panjang.Langkah-langkahnya untuk teknik waterbase bio color adalah pertama-tama kayu diampelas dengan menggunakan ampelas ukuran 150. Setelah itu permukaan kayu dilapisi dengan wood filler jati (WF-01) dan diampelas kembali.Selanjutnya permukaan disemprot dengan wood stain (WB light brown) dilanjutkan dengan penyemprotan WB sanding sealer. Penyemprotan sanding selaer ini dilakukan dua kali. “Semprotan pertama cukup tipis-tipis saja kemudian ditunggu hingga kering, baru disemprot lagi,” kata
Wawan yang tinggal di Boyolali ini.

Pelitur natural

Dia menjelaskan proses masih dilanjutkan dengan pengampelasan menggunakan kertas ampelas ukuran  240. Akhiri dengan top coat WB clear gloss. Handoko, perajin plamir Pabean, Kartasura, Sukoharjo menyarankan jika Anda menggunakan kusen dari kayu jati, hendaknya tidak diberi lapisan plamir. “Kayu jati, lebih baik diberi melamin akan lebih indah. Tekstur kulit kayu akan lebih nyata dan hendaknya jika menghendaki hasil ideal diberi pelitur natural.”

Untuk kayu jati, saran Handoko, hendaknya dipilih kayu kering. “Jangan memakai kayu jati kampung, karena tingkat kebasahan tinggi. Kayu dari Perhutani atau dari Pacitan, cukup bagus karena sudah dikeringkan.”Handoko menyatakan untuk kayu kruwing, kayu BK bisa diberi plamir. “Sebenarnya semua tergantung dari tukang. Jika bahan kayu yang digarap selain kayu jati, akan bisa bagus. Tetapi tidak sebagus kayu jati.”  ( Akhmad Ludiyanto, Trianto Hery Suryono )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS