Menata kamar anak bisa menyesuaikan dengan tema yang disukai anak. (Arif Fajar S.) Menata kamar anak bisa menyesuaikan dengan tema yang disukai anak. (Arif Fajar S.)

Menata Kamar Tidur Anak? Begini Caranya

19 Kali

Memiliki hunian yang layak sudah pasti menjadi impian setiap orang. Bahkan tak sedikit yang rela mengangsur setiap bulan demi mendapatkan tempat tinggal yang diidamkan.

Ketika rumah sudah didapat, keinginan berlanjut ke penataan hunian agar sedap dipandang mata dan nyaman ditempati. Penataan ruangan yang pas tentu membuat tempat tinggal nyaman dihuni. Lazimnya sebuah hunian, ruang yang wajib ada adalah ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Ruang keluarga dan ruang makan tak jarang disatukan karena luas bangunan tak mencukupi.

Penataan ruangan menyesuaikan selera masing-masing penghuni. Mereka yang membangun rumah, bisa mengacu pada bentuk rumah dan pembagian ruangan yang sudah ada. Namun, bagi yang membeli hunian di sebuah perumahan, tinggal memaksimalkan ruangan yang ada.

Ruang tamu sebagai wajah kedua dari sebuah hunian menjadi perhatian utama pemilik rumah. Pemilihan dan penataan elemen pendukung tentu harus menyesuaikan luas ruangan, jangan sampai ruangan terasa sempit.

Demikian juga ruang keluarga yang terkadang menyatu dengan ruang tamu atau ruang makan, tentu butuh kemampuan untuk menatanya agar tetap terasa nyaman saat bercengkerama dengan anggota keluarga lainnya.

Nah, ada satu ruang lagi yang juga bisa ditata sedemikian rupa sehingga penghuninya betah berlama-lama di ruangan tersebut, yaitu kamar tidur. Ya di sebuah hunian ada kamar tidur utama, biasanya untuk ayah dan ibu (orang tua) dan kamar tidur anak.

Sebagian orang menganggap kamar tidur hanya tempat melepas lelah setelah seharian bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Namun, bagi Nisya warga Jl. Anggur Raya, Perumahan, Wonorejo, Karanganyar, kamar tidur pun bisa didekorasi atau ditata sedemikian rupa agar penghuninya betah. Salah satunya yang ditata adalah kamar tidur kedua anak Nisya, Nabila Farannisa dan Muhammad Fathir A.

“Tujuannya tentu agar anak nyaman dan betah di kamar tidurnya. Kalau sudah nyaman pasti berani tidur sendiri,” ujar Nisya.

Kamar anak laki-laki (Ruma190/Arif Fajar S)

Kamar anak laki-laki (Rumah190/Arif Fajar S)

Untuk mendekorasi kamar tidur anaknya, Nisya tidak mau sembarangan. Perempuan yang kesehariannya berdagang ini mengajak diskusi anaknya, seperti menanyakan warna cat dinding yang diinginkan anak. Apakah perlu dipasang wallsticker atau tidak juga perlu ditanyakan. “Biar anak-anak yang memilih, tapi orang tua tetap harus mengarahkan, tetap dikontrol agar tidak asal-asalan dan tetap sesuai tema,” ujar Nisya.

Penataan kamar tidur anak agar lebih ciamik, menurut Nisya, dirinya lebih kepada penempatan pernak-pernik sesuai tema, seperti kayak sprei, wallsticker, dan sebagainya. “Tentu dengan tidak meninggalkan elemen seperti almari pakaian dan meja belajar. Kalau pun ada mainan, sediakan tempat untuk menyimpannya.”

Kamar anak perempuan (Rumah190)

Kamar anak perempuan (Rumah190)

Nisya juga menyarankan agar pemilihan mebel atau elemen pendukung harus menyesuaikan luar kamar tidur. “Kamar tidur anak saya 3 meter x 2,5 meter, jadi meja belajarnya tidak perlu yang besar. Kebetulan meja belajar buat, jadi bisa pas ukurannya,” ujarnya.

Kalau pun tak membuat, ada sejumlah toko yang menjual perlengkapan tidur anak. Salah satunya Toko Margo Murah Baru Kota Barat, Solo. Menurut Nasional Sales Manager toko Margo Murah Baru, Andreas Fauzi melalui Supervisor Haeni, perlengkapan itu meliputi tempat tidur, meja belajar plus almari buku, dan lemari pakaian. Jika memungkinkan dilengkapi meja rias untuk kamar cewek.

“Tempat tidur ada yang double bed [sekitar Rp2 juta] dan single bed [sekitar Rp1,5 juta]. Meja belajar plus lemari buku beragam motif sesuai penghuninya [harga mulai Rp700.000], dan lemari pakaian dengan cermin [Rp900.000],” jelas Haeni ketika ditemui Rumah190. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS