Dengan lahan terbatas pun rumah berkonsep Jawa bisa Anda ciptakan dengan menghadirkan berbagai ornamen yang mendukung konsep yang dipilih sebagai unsur dekorasinya./www.DesainRumahKu.com Dengan lahan terbatas pun rumah berkonsep Jawa bisa Anda ciptakan dengan menghadirkan berbagai ornamen yang mendukung konsep yang dipilih sebagai unsur dekorasinya./www.DesainRumahKu.com

Menghadirkan Rumah Bergaya Etnik Jawa

2284 Kali

RUMAH190.COM–Membangun rumah dengan konsep etnik, misalnya bernuansa entik Jawa, tak selamanya memerlukan lahan yang luas. Dengan lahan terbatas pun rumah berkonsep Jawa bisa Anda ciptakan dengan menghadirkan berbagai ornamen yang mendukung konsep yang dipilih sebagai unsur dekorasinya.

Konsep rumah tinggal kini semakin beragam dan menarik. Ada yang mengadopsi rumah tinggal dengan konsep hunian Eropa, Timur Tengah dan ada pula yang mengadopsi konsep rumah adat yang ada di Tanah Air. Misalnya saja mengadopsi rumah bergaya etnik Jawa yang sangat kental dengan nilai filosofi.

Biasanya rumah bergaya etnik Jawa berdiri pada lahan yang cukup luas. Pasalnya, rumah bergaya etnik Jawa memiliki banyak ruangan sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas. Namun, bagi yang memiliki lahan terbatas pun bisa mengadopsi konsep Jawa, pastinya dengan berbagai modifikasi di sana-sini.

Mengingat lahannya terbatas, tentunya tak semua ruangan yang menjadi pakem dalam rumah bergaya etnik Jawa bisa diaplikasikan. Nuansa Jawa bisa dihadirkan lewat berbagai ornamen yang menciptakan dekorasi bernuansa Jawa. Seperti dilakukan oleh Haryo yang berdiam di Jl Hasanudin 49, Badran, Solo.

Haryo menyebutkan luas bangunan rumahnya tak terlalu luas, sekitar 10 meter X 12 meter. Dia menghadirkan rumah begaya etnik Jawa yang kental lewat pemasangan berbagai ornamen ukir-ukiran pada jendela, pintu, skesel atau penyekat ruangan, furnitur dan bentuk ruangan yang diadopsi dari bentuk ruangan dalam rumah bergaya etnik Jawa.

Meski tak semua ruangan dalam rumah Jawa asli diadopsi, setidaknya dalam rumah bergaya etnik Jawa ini menghadirkan beberapa ruangan yang biasanya ada dalam rumah Jawa, yakni gandhok kanan, ndalem dan gandhok kiri. ”Karena lahannya terbatas, rumah ini menggunakan konsep Jawa sederhana. Kami memilih konsep Jawa karena memang menyukai rumah dengan nuansa Jawa, selain itu kami juga ingin melestarikan budaya Jawa,” ujar Haryo ketika dijumpai Espos di kediamannya.

Ukiran kayu jati

Pada bagian gandhok kiri yang bentuknya memanjang dengan ukuran sekitar 10 meter X 2 meter digunakan untuk menerima tamu, ruang tidur dan ruang kerja. Antara ruang tamu dan ruang tidur di sekat dengan skesel ukiran-ukiran dari kayu jati yang dipadu dengan kain etnik.

Pintu di ruang tamu menuju halaman samping dipilih pintu geser sehingga tidak memakan banyak tempat. Sementara ada tiga jendela berukuran sekitar 30 cm X 40 cm dengan daun jendela kayu berornamen ukiran. Sedangkan untuk menahan panas dan tampias dihadirkan semacam kerai yang sifatnya permanen dari bahan kayu dan dicat warna kuning gading di bawah tritisan.

Sementara pada pintu depan dipilih pintu dengan ukiran dari kayu jati dan jendela yang juga berornamen ukiran. Pada bagian ndalem digunakan untuk tempat bersantai dan menonton televisi. Sementara pada bagian teras depan terdapat lisbang atau bale-bale yang biasanya digunakan untuk duduk-duduk santai.

Sementara dinding rumah dipilih mengekspos bentuk batu bata, sehingga terlihat lebih natural dan menyatu dengan alam. Pada bagian pagar rumah juga mengekspos bentuk batu bata. ”Ini kerangkanya dari beton, pemasangan batu batanya ini yang cukup lama karena harus diserut dulu biar rata baru dipasang,” ujar Haryo.

Sementara nuansa Jawa juga terasa kental di rumah Ken yang berlokasi di Jl Cendrawasih Q7 Kompleks Perumahan Solo Baru. Konsep Jawa tampak pada bagian pintu depan terbuat dari kayu jati dengan hiasan gebyok. Dalam ruangan rumah dengan luas bangunan sekitar 200 m2 tersebut terdapat gandhok kanan dan kiri tanpa sekat plus ndalem. ”Rumah ini sebenarnya untuk studio tempat kerja saya, jadi dibuat los,” ujar Ken.

Pada bagian ndalem terdapat gebyok berukuran besar dengan ornamen ukiran dan pada bagian gandhok juga terdapat pintu kayu ukir-ukiran yang selaras dengan gebyok cantik di bagian tengah ndalem. Sementara bangunannya sendiri tampak sudah modern, hanya ornamen-ornamen yang digunakan yang menghadirkan nuansa konsep rumah Jawa. ( Aeranie Nur Hafnie )

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS