Salah satu model taman untuk wilayah tropis./youtube.com Salah satu model taman untuk wilayah tropis./youtube.com

Menghadirkan Taman di Lahan Sempit

1043 Kali

RUMAH190.COM–Taman dengan beraneka ragam tanaman bisa membuat asri rumah. Namun mencari lahan luas untuk taman, sulit ditemukan karena sebagian besar rumah sekarang memiliki lahan yang pas-pasan. Sehingga muncul berbagai variasi menghadirkan taman dengan memanfaatkan lahan sempit.

Variasi taman di antaranya bisa dihadirkan dengan menciptakan image taman caranya meletakkan beberapa pot tanaman di ruang tamu atau teras depan rumah. Ada pula yang membuat taman mini di dalam rumah misalnya ada yang menjebol dinding ruang tamu untuk memberikan pencahayaan langsung matahari. Agar maksimal atap dibuat terbuka ditutup teralis atau fiber yang tembus cahaya.

Saat ini definisi taman mulai bergeser. Taman tidak lagi dibangun dengan menanam tanaman di tanah. Menurut dosen Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Drs Soepono Sasongko MSn, taman adalah suatu usaha manusia untuk membuat lingkungan yang hijau untuk memberikan satu lingkungan yang segar. ”Dengan adanya pemahaman seperti itu akan lebih bebas untuk menentukan letak taman. Jika tidak ada lahan bisa dengan membuat taman gantung,” kata Soepono.

Dipaparkan Soepono, tren taman saat ini tidak harus langsung menyentuh tanah, tapi bisa dengan taman gantung misalnya memakai media paralon bekas atau pot sebagai wadah media tanam dan tanaman. Pot gantung atau taman dengan paralon bekas bisa juga diletakkan di teras lantai dua atau teras atap rumah dengan penataan sirkulasi air dengan selang.

”Lahan dengan luas 1 meter x 2 meter di samping atau di belakang rumah bisa dibuat taman dengan membuat sistem pencahayaan dengan menggunakan atap teralis atau fiber. Di sini prinsipnya bisa menciptakan suasana segar dan hijau,” ungkap Soepono.

Sementara itu dosen Program Studi Desain Interior Universitas Sahid Surakarta, Eko Sri Haryanto, mengatakan kebutuhan taman baik indoor maupun outdoor lebih ditekankan untuk memberikan kontribusi pada kebutuhan oksigen. Selain itu juga untuk aspek visual dan penyerapan unsur radikal bebas. ”Biasanya untuk taman indoor, cenderung ke konsep minimalis,” ungkap Eko.

Untuk penempatan tanaman pun disesuaikan dengan konsep taman indoor atau outdoor. ”Misalnya untuk tanaman indoor disesuaikan dengan jenis tanaman indoor dan perlu diperhatikan pengaturan sirkulasi udara dan cahaya,” lanjutnya.

Ada beberapa tanaman yang difungsikan untuk beberapa kebutuhan antara lain tanaman hias untuk menyerap radikal bebas serta tanaman antinyamuk seperti lavender dan zodia.  ( Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS