Micro House, Alternatif Konsep Rumah di Lahan Terbatas

Menyiasati Lahan dan Dana Terbatas dengan Micro House

1782 Kali

Bisnis properti saat ini terus berkembang. Berbagai tipe di perumahan ditawarkan dan tetap saja banyak yang berminat. Bukan karena harga yang terjangkau, namun karena kebutuhan tempat tinggal yang kian hari kian sulit dicari dan makin mahal.

Kendati demikian, masih banyak yang hanya bisa membaca brosur perumahan atau sekadar bertanya prosedur kepemilikannya. Bukan tidak berminat, namun karena keterbatasan dana membuat mereka tidak bisa membeli. Sementara beberapa orang lainnya, sudah memiliki lahan (kendati tidak terlalu luas) namun belum bisa memulai membangun rumah. Mereka khawatir proses pembangunan terhenti di tengah jalan karena masalah biaya.

Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Saat ini harga meterial bangunan terus merangkak naik. Upah tenaga (tukang) pun terkerek naik. Itu pun belum jaminan proses pembangunan bisa berjalan baik. Menurut arsitek Dian Ariffianto Budi Susilo, dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Solo, untuk membangun sebuah hunian di lahan terbatas dengan dana tidak terlalu besar, memang harus direncanakan cermat dan baik. Seperti kebutuhan ruang dasar dalam hunian seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur.

“Oleh karena itu mengolah ruang harus efisien berdasarkan pertimbangan fungsi dan skala prioritas kebutuhan sebuah ruangan. Termasuk penataan sirkulasi yang tepat,” jelas Dian kepada Espos, Rabu (22/11).

Diakui Dian, material yang akan digunakan juga perlu dipertimbangkan. Karena prinsip membuat (membangun) rumah bukan memindahkan isi dari toko material ke dalam proses pembangunan itu, tapi bagaimana mengolahnya agar ruang bisa berfungsi secara tepat dan nyaman. “Semakin banyak ornamen dan pekerjaan yang harus dikerjakan tukang akan berbanding lurus dengan biaya pembangunan yang harus dikeluarkan.”

Konsep micro house bisa menjadi alternatif pilihan membangun rumah saat dana dan lahan sangat terbatas. Micro house, kata mahasiswa arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Mumtaz, merupakan konsep hunian yang dibangun pada lahan terbatas, namun tetap dapat mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas penghuninya. “Micro house adalah rumah berukuran kecil yang dirancang untuk memaksimalkan fungsi ruang,” kata dia, Rabu.

FERRI_MICROHOUSE 1

Konsep Micro House/HMA UNS Solo

Ia menawarkan konsep micro house yang bisa diterapkan dalam membangun rumah. “Belum lama ini kami menggelar Archevent [Architecture Event] 2017 yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya UNS. Hasilnya, tim dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, dengan anggota Indra Setiawan, Lina Latifag, dan Nurul Qolby Tendriola terpilih sebagai juara I. Rancangan micro house mereka bisa jadi alternatif desain membangun rumah,” kata dia. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS