Menyiasati Lahan Terbatas untuk Taman Vertikal

1343 Kali

RUMAH190.COM — Bukan rahasia lagi jika harga tanah di perkotaan makin membumbung. Membangun rumah dengan lahan yang terbatas menjadi pilihan untuk menyiasati mahalnya harga tanah di perkotaan.

Vertical garden milik penghobi tanaman asal Kampung Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Daniel Susanto. Teknik vertical garden yakni menanam menggunakan wadah berbentuk vertikal sehingga tidak memakan banyak tempat. (Dok. Mariyana Ricky P.D/JIBI)

Vertical garden milik penghobi tanaman asal Kampung Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Daniel Susanto. Teknik vertical garden yakni menanam menggunakan wadah berbentuk vertikal sehingga tidak memakan banyak tempat. (Dok. Mariyana Ricky P.D/JIBI)

Sempitnya lahan yang tersisa terkadang menjadi kendala untuk lebih mengeksplorasi desain interior maupun eksterior rumah, termasuk keinginan membangun taman. Namun, tidak perlu khawatir. Bagi Anda yang masih bingung untuk membuat taman dengan lahan terbatas, membuat vertical garden adalah solusi yang cerdas.

Akademisi Jurusan Interior, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret (UNS), Andi Setiawan, mengungkapkan membuat taman dengan pola vertical garden sebetulnya bukan hal baru. Bahkan, konsep taman gantung yang dibuat pada zaman Kerajaan Babylon pada 612 SM dinilainya telah mengilhami lahirnya pola vertical garden. Menurutnya, lahirnya konsep vertical garden tidak lepas dari meningkatnya kesadaran para arsitek dan desainer tentang isu lingkungan hidup.

“Mereka mulai membuat desain rumah yang ecological yang bersahabat dengan lingkungan. Di Indonesia, vertical garden ini dikenalkan oleh kalangan arsitek-arsitek muda di era pertengahan 1990-an. Konsep ini lebih dulu diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya,” jelasnya saat ditemui Espos di kantornya, beberapa waktu lalu.

Andi menjelaskan terdapat dua cara untuk menerapkan pola vertical garden. Cara pertama adalah dengan menjadikan dinding rumah atau pagar sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Cara kedua adalah dengan menggunakan secondary skin atau membuat konstruksi lain bisa bangunan atau kerangka besi yang dibuat vertikal sebagai lokasi untuk meletakkan pot atau polybag  mengingat lahan terbatas.

“Jika menggunakan dinding, maka harus dipilih tumbuhan rambat seperti dolar atau sirih belanda. Jangan memilih tanaman keras karena dapat merusak konstruksi dinding itu sendiri. Kalau menggunakan secondary skin, sebaiknya dipilih tanaman yang berukuran lebih kecil. Usahakan tanaman itu tidak berbuah supaya aman dari gangguan serangga,” jelasnya.

Dosen Jurusan Interior yang membidangi green design, Silfia Mona Aryani, menambahkan selain menghemat area, vertical garden juga mampu menurunkan suhu hingga 4 derajat Celcius. Suhu panas akibat paparan sinar matahari secara langsung bisa direduksi oleh vertical garden tersebut.

“Karena ada banyak tanaman di rumah, otomatis sirkulasi udara yang masuk ke dalam rumah akan terasa lebih sejuk. Vertical garden ini memang cocok diterapkan di permukiman padat penduduk terutama di kota-kota besar yang suhu udaranya kian meningkat,” paparnya.

Pemilik Toko Tanaman Mutiara di Jl. Hasanudin, Solo, Marno, 64, menyarankan beberapa jenis tanaman yang cocok untuk pola vertical garden. Beberapa jenis tanaman itu antara lain cemara baya, cendrawasih, pakis klabang, segala macam bonsai, lantana, bugenvil, wali songo, pandan belgi dan lain-lain.

“Tanam-tanaman ini memiliki ciri khas berbentuk kecil sehingga bisa ditanaman pada ruang yang terbatas,” tandasnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

Tanaman dolar merambat memenuhi dinding pagar mempercantik eksterior rumah milik Atika Rufaida di Jl. Sukowati, No. 171, Sragen. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

Tanaman dolar merambat memenuhi dinding pagar mempercantik eksterior rumah milik Atika Rufaida di Jl. Sukowati, No. 171, Sragen. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS