Meja kursi dari bahan kayu jati, kulit, dan pabrikan dengan model minimalis masih menjadi pilihan konsumen di Solo. Meja kursi dari bahan kayu jati, kulit, dan pabrikan dengan model minimalis masih menjadi pilihan konsumen di Solo.

Model Minimalis Masih Primadona

359 Kali
  • Meja kursi dari bahan kayu jati, kulit, dan pabrikan dengan model minimalis masih menjadi pilihan konsumen di Solo.
  • Keinginan konsumen menghadirkan sesuatu yang baru menjadikan penjualan meja kursi ada peningkatan menjelang Lebaran.

 

Beragam cara masyarakat dalam menyambut Lebaran, ada yang menghadirkan aneka jajanan untuk menyambut tamu yang bersilaturahmi. Namun ada juga yang menghadirkan hal-hal baru, seperti mengganti cat rumah dengan warna yang baru.
Tidak hanya itu bagi yang memiliki dana lebih, Lebaran menjadi momentum untuk mengganti sejumlah perabotan rumah termasuk mebeler yang ada di ruang tamu. Tujuannya tentu agar ada suasana baru menggantikan mebel yang sudah usang warna dan modelnya.
Kebiasaan mengganti mebel terutama meja dan kursi tamu rumah dibenarkan Siti Fatimah, pemilik toko mebel Murah Sae di Jl. Ahmad Yani No. 60 Solo. “Meja kursi tamu yang saya pajang di toko termasuk almari dan mebel lainnya sebentar lagi, paling tidak sepekan sebelum Lebaran habis diborong mereka yang mudik ke Solo. Itu hampir setiap tahun ada yang mengganti mebel menjelang Lebaran,” jelas Siti Fatimah kepada Espos, Selasa (7/6), di tokonya.
Mengenai tren mebel yang diminati masyarakat dalam menyambut Lebaran, menurut Siti, kecenderungannya masih yang model minimalis. Kendati mebel yang dijual di tokonya terbuat dari kayu jati, tren minimalis masih bisa diterapkan.
“Mengenai ukuran biasanya menyesuaikan dengan kondisi rumah, karena saat ini untuk bentuk rumah trennya masih minimalis,” ujarnya.
Karena untuk mengisi rumah minimalis, desain meja dan kursi tamu dari kayu jati tidak terlalu ramai. Ada yang polosan saja, kalau pun ada ukiran tidak terlalu mendominasi, misal hanya ada di bagian sandaran dan di meja.
“Modelnya ada kursi bintang laut, sesuai dengan ukuran di sandaran dan di mejanya adalah binatang laut. Satu lagi meja kursi model koper juga sedang digemari karena ukirannya tidak terlalu ramai,” kata Siti.

griya kursi minimalis 2
Tren minimalis juga masih menjadi pilihan untuk kursi yang berbahan kulit (Skandinavia) dan pabrikan (industrial). Kendati harganya agak mahal namun meja kursi dari dua bahan tersebut masih diminati. Untuk ukurannya tetap menyesuaikan besar kecilnya ruang tamu.
“Untuk tahun ini semuanya ada unsur kayunya. Misal kursinya dari bahan kulit dan pabrikan, mejanya dari kayu dengan model yang simpel,” ujar Duty Manager Informa di Solo Paragon Lifestyle Mall, M. Zaki Hanung, kepada Espos, Selasa.
Selain model yang masih ada kecenderungan ke tren minimalis, menurut Hanung, untuk kursi dari bahan kulit tren warnanya cenderung ke warna yang cerah namun lembut. Warna krem dan merah menjadi pilihan. “Biasanya menjadi pilihan mereka yang ingin menghadirkan ketenangan di ruangan rumahnya. Penataannya juga fleksibel, bisa untuk kursi resmi juga santai,” jelasnya.
Sementara untuk kursi pabrikan, pilihan warnanya cenderung cerah dan fresh. Bahkan, tambahnya ada yang memilih kombinasi beberapa warna dengan kombinasi meja kayu. Kursi pabrikan ini mudah digeser-geser untuk penataannya dan bisa dikombinasikan dengan elemen lain, pas untuk rumah dengan ukuran ruang tamu yang tidak terlalu lebar.
“Kursi meja ini paling banyak diminati oleh pasangan muda, karena kecerahan dan kombinasi warnanya memberi efek segar atau fresh,” terang Hanung.

 

Arif Fajar S.
redaksi.minggu@solopos.co.id

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS