Pembangunan musala minimalis di dalam rumah dapat direncanakan sejak awal pembuatan rumah dilakukan atau dengan memanfaatkan ruang untuk menghadirkan musala./inforumahku.com Pembangunan musala minimalis di dalam rumah dapat direncanakan sejak awal pembuatan rumah dilakukan atau dengan memanfaatkan ruang untuk menghadirkan musala./inforumahku.com

Musala Minimalis di Rumah

1576 Kali

Menghadirkan sebuah tempat beribadah di dalam rumah bagi sebagian orang adalah suatu kebutuhan. Meski sebenarnya berdoa atau beribadah dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Salah satu bentuk tempat ibadah yang sering dihadirkan di dalam sebuah rumah ialah musala.

Pada dasarnya keberadaan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, melainkan dapat juga difungsikan sebagai tempat belajar agama bersama keluarga.

Pembangunan musala minimalis di dalam rumah dapat direncanakan sejak awal pembuatan rumah dilakukan atau dengan memanfaatkan ruang untuk menghadirkan musala. ”Jika kita membeli rumah atau perumahan yang sudah jadi, hampir dapat dipastikan tidak terdapat musala. Kecuali dilakukan pemesanan terlebih dahulu kepada developer-nya,” ujar salah seorang praktisi bangunan dari Solo, Hari Purnomo.

Hari mengungkapkan keterbatasan lahan sering kali menjadi hambatan pemilik rumah untuk menambah bangunan yang akan difungsikan sebagai musala. Meski demikian, imbuh dia, persoalan tersebut dapat diatasi dengan menghadirkan musala tanpa harus membuat bangunan baru.

Musala di dalam rumah, kata Hari, dapat diciptakan dengan memanfaatkan space kosong di antara ruangan yang ada di dalam rumah. ”Tidak harus besar, luas 1,5×2 meter saja bisa digunakan sebagai musala. Biasanya tinggal meninggikan lantainya sekitar 25 cm untuk menunjukkan sebagai tempat salat,” papar dia. Ukuran yang relatif kecil itu, ujar Hari, sudah cukup digunakan untuk salat berjamaah dua sampai tiga orang.

Pakai penyekat

Sementara ahli desain interior asal Solo, Rahmanu Widayat menambahkan untuk menghadirkan musala di dalam rumah bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruangan kosong yang berada di dalam rumah. Misal ruang keluarga dapat diberi penyekat ruangan yang tidak permanen, ruangan baru yang terbentuk dapat dimanfaatkan sebagai musala.

Patokan utama dalam membangun musala adalah arah kiblat. Rahmanu mengatakan untuk rumah yang sejak awal memiliki konsep pembangunan musala di dalam rumah biasanya tidak memiliki permasalahan dengan arah kiblat. Namun untuk rumah yang dalam konsep awal tidak dirancang sebuah musala di dalamnya dinilai memiliki kesulitan dalam penentuan letak kiblat.

”Yang paling ideal musala dirancang sejak awal pembangunan. Namun ketika rumah yang dibeli tidak memiliki musala dan pemiliknya ingin menghadirkannya biasanya agak kesulitan dalam penyesuaian letak kiblat. Meskipun sebenarnya bisa disiasati,” tutur dia.

Pada bagian lain, Hari memaparkan ketersediaan ruang yang ada sebenarnya dapat disesuaikan dengan arah kiblat. Menurutnya untuk menghadirkan musala di dalam rumah arah kiblat bukan suatu permasalahan. Hanya saja space ruangan yang hendak digunakan sebagai musala terkadang tidak selalu menghadap tembok.

Selain memanfaatkan ruang, musala pada lahan terbatas dapat dihadirkan melalui pembuatan loteng atau dak-dakan. Pembangunan musala di atas bangunan rumah tersebut dinilai lebih mudah dari sisi desain dan penyesuaiannya dengan letak arah kiblat. Pasalnya pembangunan musala sering kali disertai dengan penghadiran ornamen-ornamen pendukungnya, seperti ukiran kubah, gambar Kakbah dan desain pendukung lainnya. (Sika Nurindah)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS