Sebuah bangunan terbuka dan terpisah dari rumah induk yang memiliki pandangan luas ke lingkungan sekeliling atau kerap disebut gazebo memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Di Eropa, bangunan gazebo sering disebut dengan doom atau balkon. Sementara di Indonesia, khususnya Jawa, bangunan gazebo kerap disebut Maligi./dok. Sebuah bangunan terbuka dan terpisah dari rumah induk yang memiliki pandangan luas ke lingkungan sekeliling atau kerap disebut gazebo memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Di Eropa, bangunan gazebo sering disebut dengan doom atau balkon. Sementara di Indonesia, khususnya Jawa, bangunan gazebo kerap disebut Maligi./dok.

Ornamen Pada Gazebo Menambah Estetika

359 Kali

RUMAH190.COM–Sebuah bangunan terbuka dan terpisah dari rumah induk yang memiliki pandangan luas ke lingkungan sekeliling atau kerap disebut gazebo memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Di Eropa, bangunan gazebo sering disebut dengan doom atau balkon. Sementara di Indonesia, khususnya Jawa, bangunan gazebo kerap disebut Maligi.

Ada gazebo dengan gaya sederhana hingga bergaya elaborate atau mewah. Menurut Dosen Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS), Ken Sunarko menjelaskan bentuk atap gazebo yang kerap dijumpai di Jawa biasanya berbentuk limasan. ”Maksud dari limasan ini sendiri bisa berbentuk segi empat, segi enam atau bisa juga segi delapan,” ujar Ken saat ditemui Espos di kediamannya.

Ken yang juga seorang desainer interior hotel ini menambahkan gazebo bisa diartikan sebagai kubah terbuka yang membuat orang didalamnya dapat melihat pemandangan sekeliling. ”Di Barat, atap gazebo kebanyakan berbentuk kubah. Namun karena di sini masih kesulitan membuat atap berbentuk kubah, makanya bentuk atap yang banyak dijumpai di sini berbentuk limasan,” ujar Ken.

Salah satu contoh bentuk gazebo sederhana yang banyak dijumpai terbuat dari bambu. Struktur bambu bisa dipadukan dengan atap yang berbahan dasar dari rumbai, sirap, ijuk maupun alang-alang. Biaya yang dikeluarkan untuk bahan dasar bambu tidak terlalu menguras kocek.

Agar tidak terlalu terkesan sederhana, Ken menyebutkan, bisa ditambahkan beberapa ornamen. Salah satunya dengan mengekspos bambu dengan teknik konstruksi ikatan atau dengan menambahkan anyaman bambu untuk menutup kolongan yang memisahkan antara penyangga gazebo.

Pewarnaan bambu juga bisa menjadi pilihan lainnya agar gazebo sederhana tampak lebih menarik. ”Bambu bisa diwarnai hijau seperti warna bambu hijau segar, coklat atau bisa diwarna dengan efek tutul,” kata dia.

Dengan dana minim, bambu memang merupakan pilihan utama sebagai bahan dasar pembuatan gazebo. Mengingat harganya relatif murah, enteng, mudah didapatkan dan mudah dikerjakan. Hanya sayangnya, ujar Ken, bambu kurang awet.

Oleh karena itu, Ken menyarankan agar bambu tidak dibiarkan bersentuhan langsung dengan tanah. ”Usahakan bambu disangga dengan umpak atau batu padas, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Ini untuk mencegah rayap dan agar bambu tidak lembab,” jelas Ken.

Dia menambahkan tidak ada patokan khusus mengenai ukuran gazebo, minimal berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Penempatannya pun bisa di halaman depan maupun di belakang rumah. ”Sementara untuk dimensi dan jumlah gazebo menyesuaikan dengan luas halaman yang ada,” ujarnya. (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS