pagar dari lisplang pagar dari lisplang

Pagar Menjaga Privasi

976 Kali

agar sebagai batas teritorial sebuah rumah memiliki fungsi ganda. Dari bentuk fisiknya, pagar berperan sebagai pembatas kepemilikan lahan atau barang yang ada di dalamnya. Dalam hal ini pagar bertujuan untuk menegaskan bahwa lahan tersebut sudah dimiliki sehingga mencegah orang lain mendirikan bangunan di area pekarangan atau lahan.

Secara psikologis keberadaan pagar juga memberikan rasa aman bagi penghuninya. Kita tidak terlalu waswas di malam hari membiarkan barang-barang seperti kursi, meja, tamanan hias, bahkan kendaraan berada di luar rumah. Pagar juga memberikan privasi kepada pemiliknya sehingga bebas beraktivitas di rumahnya sendiri.

Pada perumahan jenis klaster yang memiliki satu akses jalan untuk keluar-masuk, keberadaan pagar rumah sudah ditiadakan karena dari segi keamanan penguninya sudah diserahkan kepada petugas sekuriti yang biasanya berjaga di pos gerbang utama. Sementara pada rumah nonperumahan atau rumah-rumah di kampung, keberadaan pagar ini masih dibutuhkan khususnya untuk pengamanan wilayah rumah.

Pagar ini sangat beragam model dan bahannya, tergantung selera pemilik rumah. Bahan tersebut antara lain, tembok, batu bata, besi, kayu, bahkan tanaman. Ada juga pagar yang dibuat dengan kombinasi bahan-bahan tersebut. Bahan apa pun sah-sah saja digunakan untuk pagar.

Secara prinsip banguan pagar harus kokoh sehingga mampu menahan dari berbagai kemungkinan. Selain itu, pagar yang kokoh tidak mudah dirusak. Selain itu, pagar hendaknya tidak bertentangan dengan tema keseluruhan rumah sehingga akan tercapai keselarasan dalam bangunan.

Desainer di Icon Interior Consult And Contractor, Solo, Irawan Zuniyanto, mengatakan pagar hendaknya tidak terlalu rapat jika pemilik masih ingin mengekspose bagunan rumah. Demikian pula dengan ketinggian hendaknya pagar tidak tidak  terlalu tinggi untuk rumah dengan satu lantai. “Ketinggian pagar tergantung penghuninya. Kalau masih ingin menonjolkan desain bagunannya, otomatis tidak terlalu tinggi. Lebih baik proporsional saja,” kata dia di kantornya di kawasan penumping, Solo, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, desain dan model sangat beragam. Kita boleh saja membuat desain sendiri sesuai selera kita. Namun tidak ada salahnya kira mencari inspirasi dan referensi dari pagar-pagar yang sudah ada. Jika kurang pas, tinggal modifikasi saja dan sesuaikan dengan luas pekarangan yang kita miliki. (Akhmad Ludiyanto/JIBI)

 

 

 

 

 

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS