http://www.rumahinterior.co.id http://www.rumahinterior.co.id

Pagar Rumah : Antara Keamanan dan Estetika

3610 Kali

RUMAH190.com Keberadaan pagar rumah sangatlah diperlukan. Fungsi pagar, selain memperindah lingkungan rumah juga sebagai keamanan dan kenyamanan penghuni. Di era sekarang, model pagar pun beraneka ragam ada yang pagar alami dengan tumbuh-tumbuhan, namun ada yang menggunakan pagar tembok, besi ulir atau berbahan stainlees.

Aneka model dan bahan tersebut selain akan menunjukkan status seseorang juga menambah estetika perumahan. Rasa aman dalam kondisi saat ini seolah menjadi mahal karena sulit didapat. Kapan pun dan di manapun warga masyarakat dibuat bergidik dengan banyaknya kasus kejahatan yang tidak jarang, pelakunya berbuat sangat sadis. Ketidaknyamanan dan rasa tidak aman itu bisa dilakukan langkah antisipasi.

Salah satunya dengan memberikan pagar rumah. Karenanya, tidak heran jika sekarang ini banyak rumah yang dibangun langsung dilengkapi dengan pagar yang kokoh dan tinggi untuk membatasi akses orang luar ke dalam lingkungan rumah. Sesuai dengan fungsinya, pagar rumah dibuat untuk menjaga keamanan rumah dan segala sesuatu yang ada di pekarangan. Meski demikian, hendaknya pagar tidak dibuat asal kokoh dan tinggi. Berikan sedikit sentuhan pada bangunan pagar untuk memenuhi fungsi estetika.

Seperti yang dilakukan oleh Akhirul Zuhro, warga Griya Mukti Jaten, Karanganyar. Dia sengaja membangun pagar rumah setinggi sekitar tiga meter di sisi kiri dan depan rumahnya. Pagar dari tumpukan batu bata itu memang sengaja dibuat tinggi untuk mempersulit gerak pencuri yang masuk ke pekarangan seluas 350 meter persegi tersebut.

Kesan kokoh

”Selama saya di sini sudah beberapa kali kemalingan, mulai dari tape mobil sampai sepeda angin milik puteri kami. Makanya tembok pagar saya bikin tinggi supaya maling sulit masuk,” kata dia saat dijumpai Rumah190.com beberapa waktu lalu.

Rumahnya berada di pojok jalan utama desa dengan jalan masuk ke kompleks perumahan. Kondisi lingkungan berdekatan dengan lahan sawah, sehingga membuat pencuri merasa mudah menemukan jalan keluar seusai melakukan aksi. Meski pengusaha kayu jati ini mengutamakan fungsi keamanan saat merencanakan membuat pagar, namun estetika tidak dilupakannya.

Di bagian rumah sebelah kiri, Zuhro membuat pagar dari susunan batu bata yang disemen tanpa di aci. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesan kokoh. Sementara pagar bagian depan, tembok dinding diberi batu alam berwarna hitam. Untuk menambah keindahan, batu alam disusun diagonal. Sedangkan untuk menghilangkan kesan monoton, pagar depan sepanjang lima meter itu dibuat menjadi tiga kolom. Masing-masing kolom diberi kumpulan batu alam berwarna krem yang membedakan dengan bagian lainnya.

Untuk menjaga keamanan, bagian atas pagar dibuat setebal 20 cm dan dipasangi besi-besi runcing yang menghadap ke atas. ”Besi itu untuk mempersulit gerakan pencuri kalau mau masuk,” imbuh ayah dua anak ini.

Sementara itu, pintu gerbang masuk dibuat mepet ke sebelah kiri untuk lebih mempermudah akses keluar masuk kendaraan yang ada. Gerbang dibuat selebar sekitar 2,5 meter dengan dua daun pintu dari kayu jati bekas yang dibiarkan berwarna orisinal. Kesan ramah ditunjukkan dengan membuat atap cor di atas pintu gerbang. Konstruksi ini membuat siapa pun yang menunggu di depan gerbang akan terhindar dari sinar matahari maupun air hujan.

Sementara itu, seorang perencana yang bekerja pada sebuah kontraktor di Grogol, Sukoharjo, Taufik Hidayat mengatakan desain pagar hendaknya dibuat sesuai dengan karakter rumah bersangkutan. Jangan sampai ada kesan yang terpisah antara bangunan rumah dengan pagar itu. – ( Akhmad Ludiyanto )

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS