Arif Fajar S. Pagar depan rumah milik Purwanto Yudhonagoro di Karangasem, Laweyan, Solo berbahan dasar kayu jati Arif Fajar S. Pagar depan rumah milik Purwanto Yudhonagoro di Karangasem, Laweyan, Solo berbahan dasar kayu jati

PAGAR RUMAH: Lebih Artistik dengan Kayu maupun Coonwood

456 Kali

 

Berbicara tentang hunian, tentu tak lepas dari tata ruang (interior) dan tampilan luar ruang (eksterior). Penataan interior yang bagus membuat penghuninya betah di dalam rumah. Pemilihan desain yang bagus, membuat tampilan luar rumah menarik.

Beragam cara untuk mendukung tampilan yang bagus, bisa dengan menata letak perabotan rumah di dalamnya. Dapat juga dengan pemilihan model dan elemen yang pas untuk perabotan tersebut. Selain itu juga warna cat dinding mendukung tampilan dari ruangan itu.

Panduan untuk penataan ruang di dalam rumah juga mudah didapatkan melalui jaringan Internet, atau Anda dapat juga memanfaatkan jasa arsitek untuk kepentingan penataan bagian dalam hunian. Semua demi keindahan dan kenyamanan.

Demikian juga penataan luar ruang rumah. Selain desain rumah yang mendukung tampilan, elemen lain juga berperan penting untuk luar ruang sebuah hunian. Mulai dari bentuk teras, luas halaman depan, garasi, jendela, dan pintu utama, cat dinding, serta pagar rumah.

Pagar rumah bentuknya saat ini pun beragam, bahannya pun bermacam-macam. Untuk bentuknya tentu menyesuaikan desain rumah tersebut, misal untuk rumah minimalis bentuk pagarnya cenderung sederhana, dan untuk rumah mewah biasanya memilih model bergaya arsitektur Eropa, dan sebagainya.

Sedang bahan dari pagar rumah, yang paling sering dari dinding  biasa. Seiring perjalanan waktu, ada juga pagar dari besi dengan motif tertentu. Ada juga pagar dari kayu atau bahan lain yang dibentuk dengan motif kayu.

“Saya memilih kayu jati yang dibentuk menjadi lisplang atau bilahan [kayu] karena kayu identik dengan budaya Indonesia. Selain itu pagar dari kayu lebih artistik dan elegan,” ujar General Manager Lorin Solo Hotel, Purwanto Yudhonagoro, kepada Espos, melalui Whatsapp.

Pemilihan kayu jati untuk pagar rumah, lanjut Purwanto, karena kayu jati lebih tahan panas dan hujan. Apalagi usia kayu jati yang digunakan untuk pagar rumah yang terletak di Karangasem, Laweyan, Solo, sudah tua. Pasti tahan panas, dan hujan, serta semakin lama semakin keras.

Pagar dari kayu juga digunakan Ali, warga Colomadu, Karanganyar. Pertimbangannya, pagar kayu semakin membuat  tampilan rumah minimalis semakin keren. “Kayu bengkirei untuk pagar, pertimbangannya kayu jenis itu lebih tahan panas dan air hujan. Letak pagar kan di luar rumah,” jelas Ali.

Menurut Romi, pemilik Toko Kayu Agung Abadi, Jl. Veteran No. 278, Solo, kayu bengkirei memang menjadi salah satu pilihan selain conwood plank untuk pagar rumah. Kayu bengkirei lebih kuat kendati harganya cukup mahal dibanding conwood plank yang terbuat dari campuran selulosa dan fiber semen.

Hal senada juga disampaikan Sari, anak pemilik Toko Kayu dan Besi Fadillah, Jl. Letjen Suprapto No. 94 B, Banyuanyar, Solo. Menurut Fadillah, selain kayu, conwood plank juga banyak dipilih untuk pagar karena memiliki motif kayu, tahan panas dan hujan, serta harganya terjangkau.

Harga kayu bengkirei lebar 20 cm, panjang 4 meter, dan tebal 2 cm Rp176.000, sedang conwood plank lebar 20 cm, panjang 3 meter Rp50.000. Sedang yang panjangnya 4 meter Rp60.000. Ada juga conwood plank dengan lebar 30 cm, panjang 3 meter seharga Rp60.000. (Arif Fajar S./JIBI)

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS