http://serbanekagriya.com http://serbanekagriya.com

Pagar Tanaman Hidup Lebih Asri

2087 Kali

RUMAH190.COM Pada saat banyak orang yang membangun tembok tinggi dan kokoh untuk pengaman rumah, namun di sebagian tempat, pagar beton ini malah sudah tidak diperlukan lagi. Hal tersebut dapat dijumpai pada Perumahan Kuldesak, yakni perumahan yang hanya memiliki satu akses jalan masuk dan keluar.

Di perumahan tersebut, pagar besar dan kokoh dibuat pada pintu masuk kompleks perumahan, sehingga keamanan lingkungan relatif terjaga. Apalagi pada pintu gerbang juga biasanya dijaga petugas keamanan. Seorang perencana yang bekerja pada sebuah kontraktor di Sukoharjo, Taufik Hidayat mengatakan rumah-rumah pada Kuldesak ini umumnya tidak berpagar beton atau besi seperti pada perumahan cluster.

”Kalau pada Perumahan Kuldesak, hanya ada satu akses jalan masuk dan keluar, sehingga pagar sudah tidak berfungsi lagi. Pada cluster terdapat banyak akses sehingga pagar relatif masih dibutuhkan,” kata dia kepada Espos.

Karenanya di Perumahan Kuldesak ini, pagar beton atau besi pada perumahan dapat diganti dengan pagar hidup, yakni pagar dari tanaman. Selain lebih asri, pagar hidup juga bisa menahan angin dan segar. Dengan pagar tanaman, rumah juga akan tampil beda dan memberi kesan luwes dan menghadirkan nuansa keteduhan. Tanaman juga dapat dipadukan dengan pagar yang terbuat dari besi atau beton. Atau bahkan bisa digunakan untuk menutupi pagar lama yang sudah tidak menarik.

Sementara itu, tidak semua tanaman bisa dijadikan pagar hidup. Pemilihan tanaman untuk pagar disesuaikan dengan fungsi dan desain lingkungan rumah secara keseluruhan. Di kampung atau pedesaan, tanaman yang biasa dijumpai adalah teh-tehan, tanaman perdu yang akarnya kuat dan daunnya rimbun. Dalam kerimbunan tertentu, tanaman ini bisa dibuat bermacam-macam bentuk sesuai keinginan. Dengan teh-tehan ini, lingkungan rumah masih dapat terlihat dari dalam atau luar.

Tanaman lain yang biasa dijumpai adalah bambu Jepang atau bambu kuning. Tanaman ini bisa tumbuh cukup tinggi, berdaun lebat dan berbatang rapat, namun masih tembus pandang. Sedangkan untuk fungsi sebagai pembatas saja, maka tanaman yang dipilih tidak perlu tinggi. Misalnya tanaman yang berdaun dan berbunga indah.

Untu pagar tanaman ini dilakukan oleh Bambang, warga Cubluk, Kelurahan Giritirto, Wonogiri. Dia mengatakan dengan pagar tanaman hidup dan lebih segar dan asri. “Proses merawat pun mudah, tinggal kerajinan pemilik. Jika ranting dan dahan tidak beraturan, dipotong dan diratakan sehingga enak dipandang.” ( alo/tus )

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS