Pagar Hijau SMAN 4 Solo Pagar Hijau SMAN 4 Solo

Pagar Tanaman Penyejuk Jiwa Raga

311 Kali

Pada umumnya pagar dibuat dari besi, batu bata, atau beton namun membuatnya terkesan kaku. Jika ingin membuat pagar rumah yang lain daripada biasanya, Anda bisa menggunakan pagar hidup dengan memanfaatkan tanaman.

Fungsi pagar hidup itu bukan sekadar pembatas hunian. Lebih dari itu, pagar hidup bisa menjadi filter atau penyaring udara. Penelitian membuktikan bahwa suplai oksigen di sekitar rumah lebih banyak jika menggunakan pagar hidup. Oleh karenanya, udara di sekitar rumah akan terasa segar, bersih, dan nyaman.

“Tanaman hijau di siang hari menyerap karbon dioksida sehingga jadi alat pembersih udara. Manfaat ini yang tidak dimiliki oleh pagar beton, kayu maupun besi,” ujar pemerhati green design dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Silfia M. Aryani, beberapa waktu lalu.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan saat menggunakan pagar hijau. Selain menyuplai oksigen dan mengikat karbon dioksida, pagar hidup bisa menyerap debu dan kebisingan suara kendaraan bermotor. Berbeda dengan pagar beton yang cenderung memantulkan gelombang suara. Sementara pagar kayu diperlukan perawatan lebih karena tingginya kelembapan dan curah hujan di Indonesia. “Suara gesekan daun-daun juga bisa menjadi white noise yang berfungsi sebagai wahana relaksasi. Gerakan daun-daun juga bagus untuk relaksasi setelah seharian bekerja di depan komputer,” papar Silfia.

Demi faktor keamanan, penggunaan pagar hidup sebaiknya dikombinasikan dengan pagar beton atau besi. Bila perlu, di atas beton dicetak pot permanen untuk tanaman hias kecil-kecilan. Ketinggian pagar yang ideal, kata Silfia, bisa dikembalikan kepada fungsi utamanya. Jika untuk keperluan menjaga privasi, pagar hidup sebaiknya maksimal setinggi mata orang dewasa. “Pagar yang terlalu tinggi justru akan merugikan penghuni ketika terjadi hal-hal buruk. Misal kalau ada perampokan, tetangga tidak bisa mengetahuinya karena terhalang oleh pagar yang tinggi. Di area perumahan, pagar yang terlalu tinggi justru bisa mengganggu kehidupan sosial antartetangga,” ucapnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS