Rumah unik milik Danang Heri yang beralamat di Dusun Cokrokembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten Rumah unik milik Danang Heri yang beralamat di Dusun Cokrokembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten

Rumah Unik Mediterania Gaya Jawa

713 Kali

 

Rumah dua lantai itu berpagar kayu. Sang empunya rumah tidak tahu jenis kayu yang dipakai untuk pagar rumah itu. Namun yang pasti, pagar kayu tersebut dibuat dari bekas bantalan rel kereta api (KA).

Bantalan rel KA itu saya beli dari tengkulak di daerah Juwangi [Boyolali]. Oleh tengkulak, bantalan rel KA itu didatangkan dari daerah Blora. Ketika saya bawa ke sini, bentuknya masih utuh. Saya sengaja memotongnya menjadi beberapa bagian supaya lebih tipis,” kata Danang Heri, 45, pemilik rumah yang beralamat di Dusun Cokrokembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.

Bagian teras rumah itu menggunakan konsep pendapa lengkap dengan empat tiang utama atau saka guru dan dada besi. Namun, hanya bagian tengah pendapa yang digunakan sebagai teras. Untuk memasuki bagian pendapa itu, seorang tamu harus membuka pintu kecil yang terbuat dari lesung kayu berbentuk kotak yang biasa digunakan petani zaman duhulu untuk menumbuk hasil panen. Pendapa rumah itu dibedol dari Grobogan pada 2007 silam. Danang mengaku tidak tahu persis berapa usia pendapa tersebut. Namun, pendapa itu sudah berdiri selama tiga generasi. Permukaan empat saka guru itu masih kasar karena saat dibangun belum ada peralatan pertukangan yang lebih modern. “Saya memang sengaja mencari pendapa yang dibuat menggunakan alat pethel [alat tradisional untuk tukang kayu] supaya terlihat nilai klasiknya. Kalau permukaannya sudah halus, berarti sudah dibuat menggunakan peralatan yang lebih modern,” ungkapnya.

Sebuah pintu kayu dengan sentuhan gaya ukir Jepara menghubungkan bagian pendapa dengan bagian dalam rumah. Pintu tersebut menggunakan batang kayu sebagai kunci utama yang dipasang dari dalam rumah. Pintu tersebut tidak bisa dibuka dari luar rumah. Pemiliknya biasa masuk rumah melalui pintu yang ada di samping sebelah kiri. Pada ruang utama terdapat void setinggi delapan meter. Dinding tebal dan penggunaan void setinggi itu mengacu pada konsep arsitektur model Mediterania. Sebelumnya, ayah tiga anak ini memang terobsesi ingin membangun rumah dengan konsep penggabungan gaya arsitektur tradisional Jawa dengan model Mediterania. “Semakin tinggi [void], semakin banyak udara yang masuk dalam rumah. Dengan begitu, rumah saya jadi lebih terasa adem,” kata pria pengusaha tambang batu bara itu.

Rumah dua lantai seluas 215 meter persegi itu dihubungkan dengan sebuah tangga. Keunikan tangga rumah itu terletak pada bagian pagar yang terbuat dari lesung kayu. Semula, lesung kayu itu berbentuk gelondongan yang terdapat lubang di bagian tengahnya. Namun, lesung yang terbuat dari kayu jati itu dibelah menjadi beberapa bagian supaya bisa difungsikan sebagai pagar tangga. “Lesung itu saya datangkan dari Jepara. Begitu tiba di sini, kami memotong sendiri menjadi beberapa bagian,” ungkapnya. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS