Penempatan dan pemilihan model tangga di rumah milik Brian Budi Nugroho Putra. (Rumah190/Arif Fajar S.) Penempatan dan pemilihan model tangga di rumah milik Brian Budi Nugroho Putra. (Rumah190/Arif Fajar S.)

Penghubung Lantai Bawah dan Lantai Atas

336 Kali

Ketersediaan lahan untuk bangunan tempat tinggal yang tidak terlalu luas, membuat orang membangun rumah dengan desain bertingkat. Lantai satu atau lantai bawah digunakan untuk ruang yang berkaitan dengan publik, sementara lantai atas lebih ke ruang privat.

Untuk menghubungkan lantai bawah dengan lantai atas, tentu membutuhkan sarana berupa tangga. Menurut arsitek Solo, Dwi Wahyu Paryanto, ST., dari definisinya, tangga adalah bagian dari bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai penghubung sirkulasi antarlantai bangunan bertingkat dengan berjalan naik atau turun menggunakan anak tangga. “Tangga terdiri dari dua jenis, yaitu tangga utama dan tangga darurat. Masing-masing jenis tangga ada syaratnya,” terang Dwi Wahyu Paryanto kepada Rumah190, Kamis (6/9/2018).

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

 

Tangga utama adalah tangga yang kesehariannya berfungsi untuk sarana penghuni atau orang berjalan kaki dan menjadi lintasan utama pada bangunan gedung bertingkat. Karena menjadi lintasan utama, sebuah tangga utama harus memenuhi persyaratan keamanan untuk naik maupun turun serta tidak melelahkan dan membahayakan pemakainya.

Secara umum syarat sebuah tangga utama adalah letaknya berada pada sirkulasi utama bangunan, mudah dilihat dan dijangkau dari pintu masuk bangunan dan mempunyai penerangan yang cukup baik dari alam maupun buatan. Tangga utama harus mempunyai penerangan yang cukup. Juga memenuhi persyaratan kenyamanan seperti sudut kemiringan tangga 28 derajat hingga 35 derajat. Jumlah anak tangga sampai bordes (area transisi) maksimal 12 anak tangga, dan tinggi anak tangga maksimal 19 cm. Perhatikan juga lebar anak tangga, biasanya 25 cm-30 cm.

Tangga darurat, kata Wahyu, adalah tangga untuk mengevakuasi atau menyelamatkan penghuni gedung dari ancaman bahaya. Tentunya tangga darurat juga harus memenuhi syarat, letaknya berhubungan dengan dinding luar bangunan dan mempunyai pintu akses keluar gedung. Selain itu, dilengkapi dengan pintu dari bahan tahan api sekurang-kurangnya selama tiga jam. Dilengkapi lampu penerangan darurat (lampu emergency).

“Pada bagian bordes atau area datar transisi, dilengkapi jendela kaca agar bisa dibuka dari luar untuk evakuasi. Selain itu dilengkapi pengisap asap di samping pintu masuk sehingga membantu proses evakuasi saat terjadi kebakaran,” kata Wahyu.

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

Bentuk Tangga

Mengenai material tangga, lanjut Wahyu, bisa dari beton karena lebih murah dan kokoh, namun karena bentuknya besar bisa memenuhi ruangan. Ada juga baja, kendati lebih mahal, namun kuat serta lebih ramping dan bisa dibentuk sesuai karakter ruang. Ada juga yang menggunakan boks penyimpanan (plastik) untuk menguatkan konsep reuse. “Ada juga dari kayu, kendati mahal namun mampu menghadirkan kesan tropis dan hangat. Tentu kayu yang kualitasnya bagus. Material kaca juga sering dipakai di rumah minimalis.”

Apabila dilihat dari bentuknya, modelnya bisa berupa tangga lurus (I), yang biasanya diterapkan pada ruang yang panjang. Ada pula tangga berbentuk U, biasa dipakai apabila memiliki keterbatasan panjang ruang, namun lebar ruangnya cukup. Sebaiknya untuk tangga berbentuk U harus memiliki ruang transisi (bordes) yang cukup aman dan nyaman.

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

Penempatan dan pemilihan model tangga menyesuaikan gaya rumah.(Rumah190/Arif Fajar S.)

Bentuk lainnya yaitu tangga putar atau spiral. Tangga ini sering digunakan apabila ruangnya sangat terbatas, baik panjang maupun lebar. Model ini biasanya dipakai pada ruang servis yang jarang dilalui dan tidak direkomendasikan untuk usia lanjut. “Tangga juga bisa jadi elemen pemisah ruang dan bisa berfungsi sebagai pelengkap dekorasi ruang [estetika], salah satunya pada railing atau pegangan dan batas tepi tangga dengan memasang elemen dekorasi,” jelas Wahyu. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Uncategorized

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS