(Dokumentasi/Rumah190.com) Saat musim hujan terkadang air membasahi dinding ruangan. jika tidak diatasi, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. (Dokumentasi/Rumah190.com) Saat musim hujan terkadang air membasahi dinding ruangan. jika tidak diatasi, masalah ini bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

PERAWATAN BANGUNAN: Jangan Biarkan Rembes Merusak Rumah Anda

1162 Kali

Rumah adalah tempat keluarga berkumpul. Tidak hanya itu, beragam aktivitas anggota keluarga biasa dilakukan di rumah. Karena itu kenyamanan, keamanan, dan kebersihan rumah harus dijaga.

Salah satu elemen bangunan sebuah rumah adalah dinding, yang memiliki fungsi sebagai pembatas antarruang, dan pembatas antara dunia luar dan dalam rumah. Dinding juga menjadi penjaga kelembapan di dalam rumah. Menahan panasnya sinar matahari dari luar, serta gempuran udara dingin, dan derasnya guyuran air hujan.

Karena itu, dinding pun harus dijaga jangan sampai membuat kondisi rumah tidak nyaman. Dinding juga menjadi salah satu unsur keindahan sebuah bangunan, karena dengan pengerjaan yang tepat dan pewarnaan yang sesuai, rumah menjadi tampak indah.

Hanya, seiring berjalannya waktu terkadang muncul pulau-pulau yang terjadi karena adanya rembesan air pada dinding. Jika dibiarkan, warna cat pada dinding pun memudar dan mengelupas, atau berganti menjadi jamur yang merusak keindahan dinding.

Munculnya rembesan air pada dinding, menurut pelaku jasa konstruksi di Solo, Henry Widiyatmoko, bisa dari berbagai sisi. Apabila rumah berada di dekat ruang yang kosong, air hujan akan langsung mengenai dinding. “Biasanya lebih cepat merembes ketika dinding rumah belum diplester [diaci] atau dihaluskan dengan adonan semen,” terang Henry kepada Rumah190.com, Rabu (8/11/2017).

Air hujan bisa juga merembes ke dinding rumah, tambah Henry, yang sering terjadi pada pertemuan dinding rumah dengan rumah tetangga. Biasanya air akan merembes ke bawah dan membasahi dinding rumah.

Penyebab lainnya, menurut Andy, Sales Representatif PT Kansai Prakarsa coatings, bisa jadi karena umur acian yang belum maksimal atau masih basah namun dipaksakan untuk dicat. “Akibatnya air terperangkap dalam dinding yang masih basah. Lama kelamanan muncul jamur dan cat blentong-blentong serta mengelupas. Ini jelas mengurangi keindahan dinding rumah Anda,” terang Andy kepada Rumah190.com, Rabu (8/11/2017).

 

Ragam Penanganan

Kondisi ini, menurut Henry, harus segera diperbaiki agar tidak semakin parah. Penanganan permasalahan ini pun tergantung pada kondisi dinding rumah. Dinding rumah yang belum dihaluskan dengan semen, bisa segera dilapisi adonan semen. “Hanya, pastikan kondisi dinding benar-benar kering, baru dihaluskan dengan semen. Tunggu hingga lapisan semen kering, kemudian lapisi dengan cairan waterproof, produknya beragam di pasaran. Baru kemudian dicat dengan warna sesuai keinginan Anda,” kata dia.

Kadar air agar dinding tidak mudah dirembesi air hujan, menurut Andy, harus di bawah delapan persen, dan PH di bawah sembilan persen. Setelah itu bisa dilapisi dengan produk waterproof. “Untuk proses awal, bisa saja setelah dinding selesai dilapisi semen lalu dilapisi dengan Kansai Plaster primer untuk mencegah alkali dari semen. Kemudian dicat dengan Kansai Diamon shield,” sarannya.

Produk lainnya, menurut Nur dan Yuni, karyawan toko bangunan Kartika, Jl. Adisucipto No. 452, Colomadu, Karanganyar, adalah Aquaproof dan No Drop untuk melapisi dinding agar tidak rembes. Bisa digunakan juga untuk dinding lama yang rembes. Ada juga untuk rembesan air hujan pada dak rumah, yakni MU 600. “Caranya dengan mengamplas cat yang ada retak rambut penyebab rembesan air hujan. Kemudian tambal dengan serabut yang sudah satu paket dengan produk tersebut, baru dilapisi satu atau dua kali. Setelah kering bisa dicat ulang,” kata dia kepada Rumah190.com, Rabu.

Namun, apabila kerusakan akibat rembesan air hujan sudah sangat parah, menurut Henry dan Andy, tidak ada cara lain yaitu dinding harus dikelupas sampai terlihat susunan batanya. Setelah itu, pastikan bata yang akan dilapisi lagi dalam kondisi kering. Baru setelah lapisan tembok kering, lapisi lagi dengan produk waterproof, setelah itu dicat. “Cara tersebut merupakan langkah penanganan terakhir, karena selain butuh waktu, juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit mengingat harga bahan bangunan yang cukup mahal,” jelas Henry. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS