Kolam renang pribadi di rumah memerlukan struktur konstruksi yang kokoh untuk mengantisipasi  beban gerak air dan daya dorong air yang kuat./dok Kolam renang pribadi di rumah memerlukan struktur konstruksi yang kokoh untuk mengantisipasi beban gerak air dan daya dorong air yang kuat./dok

Perhatikan Konstruksi Dinding Kolam

683 Kali

RUMAH190.COM–Agar kolam terawat dengan baik, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah menjaga kualitas air secara berkala. Menurut Ken Sunarko pakar desain interior dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, menjaga kualitas air di antaranya menciptakan sirkulasi air untuk menghilangkan kotoran, bakteri, lumut atau sisa air seni orang yang berenang di kolam tersebut.

Ken, yang juga konsultan pembuatan kolam renang beberapa hotel berbintang di Solo, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta itu, mengatakan membuat kolam renang di rumah, perlu struktur konstruksi yang kokoh. Hal itu karena beban gerak air dan daya dorong air yang kuat sehingga dasar sisi-sisi kolam per dicor beton. ”Konstruksi beton ini sangat penting, karena jika bocor, dibutuhkan biaya perbaikan yang anggarannya hampir sama dengan membuat kolam renang baru. Karenanya konstruksi cor beton ini harus benar-benar kuat dan permanen.”

Oleh sebab itu perlu pemilihan material yang akan dipakai harus diperhatikan dengan baik. Material itu harus bahan yang tidak mengundang lumut dan yang mudah pemeliharaannya seperti keramik atau granitille.

Selain itu harus dibuat trap melingkar di sepanjang kolam renang dengan lebar sekitar 10 sentimeter untuk pijakan kaki orang yang ingin naik ke tepi kolam. ”Trap ini sangat penting bagi kolam renang yang kedalamannya lebih dari 120 sentimeter untuk keselamatan. Untuk awal masuk ke kolam renang, sebaiknya kedalaman kolam renang dibuat lebih rendah dari dasar kolam,” jelasnya.

Selain itu bagian tepi kolam perlu diberi pegangan untuk memudahkan orang naik ke tepi kolam serta untuk alasan keselamatan. ”Yang tak kalah pentingnya di dekat bibir kolam, perlu diberi semacam ledokan memanjang di kanan kiri kolam untuk menampung air yang meluber dari kolam renang. Air muncratan dari kolam renang tersebut bisa diolah kembali dengan kaporit sehingga bisa dialirkan kembali ke kolam renang,” papar Ken.

Agar kolam renang lebih ideal, lanjut Ken, perlu dibangun tempat ganti pakaian dan tempat untuk membilas diri. ”Tempat ganti pakaian dan tempat bilas tersebut bisa diletakkan di belakang balkon atau bungalo kecil, yang letaknya terpisah dari rumah induk,” jelasnya. Bahkan ada pula yang membangun kolam mandi sauna di sekitar kolam. Agar suasana menjadi romantis bisa ditambahkan lampu warna-warni di dasar kolam atau di sekitar kolam. – ema

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS