www.pinterest.com www.pinterest.com

Perpustakaan Keluarga nan Nyaman

483 Kali

RUMAH190.COM Seiring dengan kebutuhan membaca di masyarakat yang semakin tinggi, kini banyak orang yang menghadirkan perpustakaan pribadi dalam rumah tinggal mereka. Kehadirannya bisa menjadi ajang aktualisasi diri di tengah tuntutan zaman yang membutuhkan pemikiran maju. Buku adalah jendela dunia. Kalimat bijak ini mengingatkan bahwa membaca buku mampu membuka wawasan pengetahuan kita. Tak heran jika saat ini menghadirkan perpustakaan pribadi dalam rumah hunian makin diminati, mengingat budaya menulis dan membaca semakin gencar di masyarakat, baik masyarakat yang bergelut dalam bidang akademik maupun di bidang umum lainnya.

Seperti dilakukan Soleh Amini yang menghadirkan perpustakaan pribadi dalam ruangan khusus yang disatukan dengan ruang kerjanya di rumahnya yang berlokasi di Jl Tulang Bawang Utara 51A, Sukomulyo, Kadipiro. Di salah satu ruangan berukuran 3×6 meter di dalam rumahnya, ditempatkan dua almari buku dengan dimensi panjang yang memuat koleksi ribuan bukunya.

Dua almari buku tersebut memiliki ukuran yang sama, masing-masing memiliki dimensi sekitar 150X45X200 sentimeter yang ditempelkan di dinding ruangan perpustakaan tersebut. Almari tersebut berbentuk kabinet dengan tiga pintu dengan ketinggian yang hampir menyentuh plafon ruangan. Almari buku yang digunakan terdiri dari empat susun rak memanjang dan di bagian paling bawah terdapat laci panjang.

”Biar buku tidak terkena debu, saya memilih almari buku yang berbentuk tertutup dengan pintu kaca transparan. Sementara laci di bagian paling bawah saya gunakan untuk menyimpan jurnal dan berkas-berkas penting lainnya,” ujar Soleh kepada Espos.

Agar ruangan tak terlihat semrawut, Soleh tak banyak menempatkan furnitur dalam ruang perpustakaan pribadinya. Dia hanya menempatkan satu buah meja beserta satu perangkat komputer, satu meja kerja beserta satu kursi duduk. Sementara pada lantainya dilapisi karpet tebal warna biru yang nyaman. ”Jadi kadang saya membaca sambil duduk di karpet atau jika lelah tidur-tiduran bersama anak-anak di karpet,” ujar dia.

Agar lebih nyaman membaca buku, ruangan perpustakaan ini dilengkapi dengan fasilitas air conditioner (AC). Sementara untuk merawat agar buku tak dimakan rayap, Soleh menempatkan obat anti serangga di dalam almari bukunya. Mengingat koleksi bukunya lumayan banyak, penataan buku disusun berdasarkan tema buku.

”Agar lebih mudah mencari, saya memberi label kode pada buku-buku saya berdasarkan temanya. Buku psikologi dikelompokkan sendiri, ada juga buku bertema tentang komunikasi, psikologi lingkungan, politik dan agama,” ujar dia.

Ruangan terbatas

Karena ruangan perpustakaannya tak muat menampung semua koleksi bukunya, satu almari panjang berisi buku-buku umum dia letakkan di ruang keluarga. ”Untuk buku yang ada di ruang keluarga bisa diakses semua pihak, tapi buku di ruang perpustakaan yang juga ruang kerja saya tak bisa diakses sembarang orang.”

Sementara Prasetyo yang berdiam di Perumahan Gonilan Asri 3, Kartasura, menyulap ruang tamu dan ruang keluarga yang tak bersekat menjadi perpustakaan keluarga. Di sekeliling dinding ruang keluarga dan ruang tamunya terdapat rak-rak buku berukuran tinggi tanpa penutup untuk menempatkan lebih dari dua ribu buku koleksi keluarganya.

”Karena ruangan dalam rumah kami terbatas, jadi saya menempatkan ribuan buku kami di rak-rak yang saya tempatkan di ruang tamu dan ruang keluarga. Jadi ketika tamu masuk ke dalam rumah mereka dikelilingi buku-buku,” ujar Prasetyo.

Mengingat koleksi bukunya selalu bertambah setiap bulannya, dia berencana mengembangkan rumahnya dengan membangun lantai dua yang nantinya akan digunakan khusus sebagai ruangan perpustakaan keluarga. Penataan bukunya dikelompokkan berdasarkan tema buku, mulai dari buku bertema politik, sastra, filsafat, gender, sejarah, agama hingga koleksi aneka ragam majalah.

Ada pula buku cerita anak-anak yang berjumlah sekitar 200 buku yang merupakan koleksi Salsa, puterinya yang baru berusia 4,5 tahun. Buku tersebut ditempatkan di rak khusus. Terkait furniturnya, terdapat meja dan kursi untuk membaca. ”Namun kami sering membaca sambil selonjor di karpet, jadi membaca sambil bersantai.” ( Aeranie Nur Hafnie )

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS