Pemasangan talangharus disesuaikan dengan kemiringan atap dan lebar talang disesuaikan dengan luas atap./seputarrumahkita.com Pemasangan talangharus disesuaikan dengan kemiringan atap dan lebar talang disesuaikan dengan luas atap./seputarrumahkita.com

Pertimbangkan Kualitas dan Kapasitas Talang

878 Kali

RUMAH190.COM–Pemasangan talang mengelilingi atap rumah sekarang ini sudah jarang digunakan. Selain risiko bocor lebih besar, talang model seperti itu membuat ongkos pembangunan lebih besar karena kayu yang dibutuhkan semakin banyak jika dibandingkan rumah yang memasang talang pada bagian tertentu.

Arsitek PT Puri Alam Sentosa yang merupakan pengembang perumahan Permata Buana dan Palem Hijau yang berlokasi di Blulukan Colomadu, Henry mengungkapkan, ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan pemilik rumah ketika memilih talang. Pertimbangan itu misalnya kualitas talang, pemasangannya harus mempertimbangkan kemiringan atap, mempertimbangkan fungsi serta daya tampung air yang harus dialirkan talang tersebut.

”Selain itu pertimbangkan ukuran lebar talang sesuai perhitungan air yang akan mengalir ke talang, sehingga dapat menghindari luberan air bila hujan lebat,” ujar Henry ketika berbincang dengan Espos di ruang kerjanya.

Pemasangan talang, sambung dia harus disesuaikan dengan kemiringan atap dan lebar talang disesuaikan dengan luas atap. Berkaitan dengan penampilan rumah, agar talang tak mengganggu estetika, biasanya tidak diperlihatkan dari luar. ”Pemasangan talang yang disembunyikan dari pandangan luar banyak dijumpai pada rumah-rumah modern, seperti rumah dengan konsep minimalis,” kata Henry.

Mengenai pemilihan bahan talang, ada beragam jenis, mulai dari seng, aluminium maupun dak beton. Untuk pemakaian talang dari bahan seng, selain harus mempertimbangkan ketebalan seng, pemilik rumah juga harus memperhatikan kualitas papan kayu yang digunakan sebagai penopang talang. Jenis talang dari seng biasanya hanya bertahan selama 3-5 tahun. Sementara bahan alumunium dan dak beton dapat bertahan cukup lama. Hanya saja, talang untuk bahan alumunium memungkinkan terlalu banyaknya sambungan. Sementara semakin banyak sambungan akan membuat risiko kebocoran menjadi lebih besar.

Dalam perkembangannya kini, banyak rumah yang tidak menggunakan talang. ”Air langsung dibuang ke bawah agar meresap ke tanah. Asalkan konsep rumahnya memungkinkan tidak menggunakan talang, hal ini dapat dilakukan untuk menekan risiko kebocoran dan menekan penggunaan kayu yang akan menambah biaya pembangunan rumah,” ujar dia.

Sementara untuk mengantisipasi agar talang tidak bocor, bisa dilakukan dengan melapisi lubang pada talang dengan aspal, pelapis antibocor, menutup lubang dengan serat fiber atau melapisi dengan cat genteng. Bahan-bahan pelapis tersebut tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan. ”Kelemahan pelapis dari serat fiber mudah pecah, sementara aspal jika terkena panas meleleh, cat genteng hanya membuat talang dari seng tidak karatan.” (anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS