kayu jati tetap menjadi bahan favorit dalam pemilihan bahan kusen rumah./JIBI SOLOPOS kayu jati tetap menjadi bahan favorit dalam pemilihan bahan kusen rumah./JIBI SOLOPOS

Pilih Kayu Yang Tepat Untuk Kusen

766 Kali

UMAH190.COM–Pemilihan peranti bangunan rumah membutuhkan ketelitian ekstra karena jika tidak teliti bisa jadi bahan-bahan itu tidak tahan lama, apalagi peranti yang terbuat dari kayu.

Demikian pula untuk kusen dan daun pintu atau jendela, tidak sekadar melihat bentuk dan warna, tapi juga kualitasnya. Lantas hal apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin memilih kusen berikut daun pintu atau jendela dari kayu?

Menurut Dosen Program Desain Interior Universitas Sahid Surakarta, R Kusbimantoro SSn, saat memilih perangkat rumah berbahan kayu, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah serat kayu. ”Serat kayu itu perlu diperhatikan apakah ada mata (alur bulatan-bulatan pada kayu) atau tidak. Hal ini sangat diperlukan karena untuk menghindari keretakan di kemudian hari. Jika pun ada mata, pilih yang seminimal mungkin ada matanya,” lanjutnya.

Kalau sudah retak, imbuh Kusbimantoro, kayu akan mudah lapuk dan mudah terkena rayap. ”Namun jika ada mata, sebaiknya pilih mata bekas patahan cabang yang masih muda,” lanjutnya.

Mengenai jenis-jenis kayu yang bisa dipakai, Kusbimantoro mengatakan kayu jati tetap menjadi bahan favorit. Namun demikian ada bahan kayu alternatif misalnya kayu nangka, kayu akasia, kayu kamper kalimantan dan kayu kelapa (glugu). Hal yang terpenting, saat memilih kayu cari yang berbentuk bulat tidak berbentuk belimbing, untuk menghindari adanya rongga di dalamnya. ”Karena rongga itu bisa mempercepat pelapukan,” imbuhnya.

”Untuk kusen bisa menggunakan kayu glugu sebagai pengganti kayu jati,” lanjut Kusbimantoro. Selain kayu glugu, kayu nangka juga bagus. Pilih kayu nangka yang memiliki warna kuning merata.

”Kalau memilih kayu nangka, hindari warna yang dominan putihnya, karena sifat liat kayu itu justru pada kayu berwarna kuning.” Sedangkan kayu Kamper memiliki serat lurus dan daging kayunya besar sehingga cocok jika digunakan untuk konstruksi rumah, seperti kusen pada pintu. Hal lain yang sangat penting, saat memilih kusen untuk pintu yaitu memperhatikan tiang kusen harus lurus, jangan memilih yang bengkok atau molet.

”Tiang pada kusen pintu bisa molet karena kayunya belum kering betul dan ini bisa mengakibatkan pintu tidak bisa ditutup, sehingga harus diganti atau dikurangi ketebalannya dengan cara dipasah,” paparnya.

Motif

Hal senada juga dilontarkan oleh pemilik toko Jepara Asli, Sri Wahyuni. Menurut Yuni (panggilan akrabnya), untuk menghindari kayu molet, kayu yang akan dijadikan kusen harus benar-benar kering, jika perlu di-oven untuk menghilangkan kelembaban kayu. ”Kita harus berpikir beribu kali kalau harus menggunakan kayu yang masih basah, karena berpotensi molet dan jika sudah demikian harus membongkar sehingga biaya yang keluar lebih besar,” lanjutnya.

Selain memperhatikan kualitas bahan (kayu) juga perlu diperhatikan motif yang digunakan. ”Saat ini sedang tren motif gebyog, dengan detail ukiran yang jelas. Tentu saja diperlukan kayu dengan diameter inti yang besar,” ujar Yuni. Sebelumnya berkembang motif spanyolan dan motif polosan. ”Kalau memilih motif gebyog, dari pintu sampai kusen juga motifnya gebyog, tentu saja harganya lebih mahal dari motif biasanya,” ujarnya sembari menyebutkan untuk kusen motif gebyog plus satu daun pintu harganya mencapai Rp 4,5 juta. Sedangkan kusen gebyog dengan tiga daun pintu harganya mencapai Rp 12,5 juta.

Ny Giyanto, warga Maduasri Blok B Colomadu, Karanganyar, mengaku sudah terbiasa memakai kayu jati sehingga tidak sreg kalau menggunakan jenis kayu lain.

”Ada sih yang memberi alternatif dengan kayu nangka katanya kuatnya juga tidak berbeda dengan jati, tapi saya tidak puas kalau tidak pakai kayu jati. Selain awet, bisa untuk turun-temurun, juga kesannya elegan,” lanjut Ny Giyanto.

Bahkan, untuk menyelaraskan dengan meubel di rumahnya, dia menggunakan meja kursi dan almari dari jati, termasuk kusen dan jendelanya. ”Memang harganya paling mahal dibandingkan kayu lain, tapi ada kepuasan tersendiri pakai kayu jati,” ungkapnya. (Eri Maryana)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS