icresi.com icresi.com

Ruang Tamu, Cermin Karakter Pemilik Rumah

1177 Kali

RUMAH190.COM—Ruang tamu dapat merepresentasikan sifat dan preferensi pemiliknya. Biasanya ruangan ini didesain sesuai selera sang pemilik. Sang pemilik yang tidak dapat mengejawantahkan kemauannya bisa dibantu oleh konsultan desain untuk menerjemahkan keinginan tersebut.

Rumah tinggal atau rumah hunian bersifat sangat pribadi sehingga mampu memperlihatkan karakter pemilik. Sebagai contoh, real estate yang baru saja selesai dibangun biasanya berbentuk sama dan sepi karena hanya terdiri atas benda tak hidup. Namun, begitu para penghuni menempati rumah-rumah tersebut, barulah bisa dirasakan kalau masing-masing pemilik memiliki karakter atau ekspresi.

Khusus untuk ruang tamu, hal utama yang harus diperhatikan adalah pemilihan tema. Biasanya, tema itu menyesuaikan minat atau profesi sang pemilik. Itu merupakan pilihan individu penghuninya.

ceria-interiordesign3.com

ceria-interiordesign3.com

“Tema sangat tergantung pada pemilik. Ada banyak tema, di antaranya tema alam, tema ramah lingkungan, tema ceria (dinamis), tema statis. Semua itu bisa dipelajari,” ujar pakar desain interior dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Soepono Sasangka.

Masyarakat hendaknya jujur pada diri mereka dalam merealisasikan konsep ruang tamu. Mereka tak perlu mengikuti konsep yang digunakan oleh pemilik rumah lain atau tren yang sedang berkembang.

Bahkan, seorang konsultan desain interior juga disarankan mendekorasi ruang tamu sesuai karakter sang pemilik. Jika realisasi tak sesuai karakter pemilik, pemilik bisa menjadi tidak nyaman dan bisa menyiksa penghuninya.

Pemilihan tema akan berpengaruh terhadap pemilihan warna dinding, jenis furniture yang digunakan, hiasan dinding

eco green-icresi.com

eco green-icresi.com

Soepono mencontohkan, jika pemilik rumah ingin membuat ruang tamu bertema go green, ia harus melihat sifat dasar go green tersebut. Konsep itu dapat diartikan mampu menghemat energi. Implementasinya, misalnya pengurangan penggunaan listrik. Air conditioner (AC) dihidupkan minimal 24 derajat celcius. Material yang digunakan menggunakan barang bekas atau recycle seperti kayu bekas. Untuk pewarnaan, tidak menggunakan pewarna kimia tetapi dengan pewarna alami seperti batu bata yang ditata dengan menarik.

“Untuk warna dinding, kata green yang dimaksud itu tidak selalu harus hijau tetapi warna yang bisa menjadikan cahaya buatan menjadi hemat,” ujar lelaki yang tinggal di Perumahan UNS IV Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo itu.

Namun, tren rumah go green berimplikasi pada harga material yang jutru lebih mahal karena dibuat di luar prabrikasi. Benda-benda itu biasanya didapat atau dibuat secara konvensional atau manual. Hal itu dikembalikan kepada komitmen pemilik dalam mengimplementasikan karakternya.

Sementara itu, untuk ruang tamu dengan tema ceria, pemilik bisa mengaplikasikan warna cerah seperi kuning dan jingga pada dinding. Orang ceria biasanya dinamis, sehingga furnitur yang digunakan juga merepresentasikan sifat itu. Pemilik bisa memilih meja dan kursi dengan kaki berukuran kecil.

Untuk ornamen dinding, pemilik bisa menggunakan bentuk-bentuk tak beraturan, kekinian, ringan, ramping dan berwarna cerah. Lampu-lampu pun juga dibuat senada tema itu.

“Hal berbeda bisa dilihat pada ruang tamu dengan tema berwibawa. Benda-benda yang ada di sana cenderung massif dan simetris. Biasanya berkebalikan dengan tema dinamis atau ceria,” terangnya.

vintage-fashionschoolguide.net

vintage-fashionschoolguide.net

Sedangkan untuk tema vintage, pemilik biasanya menggunakan gaya arsitektur dan furniture tahun 1950-an. Namun, mereka tidak menggunakan secara persis seperti tempo dulu. Gaya arsitektur itu diolah dengan semangat zaman sekarang.

Pakar desain interior lainnya dari UNS Solo, Mulyadi, mengatakan pemilik rumah bisa menambahkan beberapa elemen estetika pada dinding ruang tamu. Elemen estetika tersebut bermacam-macam, misalnya lukisan dan ukiran.

modern-drawhome.com

modern-drawhome.com

Ia juga memberikan beberapa tips untuk merepresentasikan tema secara sederhana. Untuk menunjukkan suasana formal, pemilik bisa memberikan elemen garis sebagai elemen estetika dominan.

Sedangkan untuk mencerminkan nuansa ideologis atau religius, pemilik bisa menampilkan simbol-simbol religius di ruang tamu.

“Untuk mencerminkan suasana cozy [nyaman], pemilik bisa mengaplikasikan warna-warna hangat seperti jingga dan coklat. Kalau untuk menunjukkan nuansa modern, kurangi elemen estetika kemudian menggantinya dengan perabot yang fungsional,” ujar dia. (Ivan Andimuhtarom)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS