rumah turi

Rumah Berbahan Daur Ulang? Kenapa Tidak…

1584 Kali

RUMAH190.COM Memanfaatkan barang bekas untuk dipakai kembali atau di daur ulang atau recycle bukan hal baru. Misalnya ada dompet yang dibuat dengan memanfaatkan kertas koran bekas, atau pigura yang dibuat dengan memanfaatkan kardus bekas dan sebagainya.Tapi bagaimana jika sebuah rumah yang hampir semua interior dan finishing-nya dibuat dari barang-barang bekas? Konsep recycle ini sudah diaplikasikan ke rumah, salah satunya adalah Rumah Turi yang berada di Jalan Gading II No 2 Solo. Tak hanya memakai barang recycle, tapi tampilannya pun dibuat asri dengan nuansa rumah alam (homy).

Dari penampilannya, rumah tinggal (komersial) ini tampak biasa. Artinya, orang mungkin tidak akan tahu kalau sebagian besar perabotannya dibuat dari barang recycle. Lokasinya berada di tengah Kota Solo yang kini makin banyak ditumbuhi bangunan-bangunan megah dengan arsitek modern. Namun memasuki halaman Rumah Turi, kesan yang terlihat adalah nuansa alam dengan dominasi warna cokelat untuk bangunan-bangunannya.
Bekas tembok

Di bagian depan, tampak sepetak tanah yang dibuat menjadi kebun yang memberi nuansa rumah alam. Di bagian ditanam tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan di antaranya cabai, tomat, sere. Di dekat kebun, terdapat halaman parkir yang menyatu dengan halaman utama dan beralaskan batu bata yang dipasang dalam posisi vertikal, seperti tembok yang dirobohkan.

Dari halaman ini batu bata untuk pengerasan lantai memang bekas tembok yang sudah dirobohkan kemudian dimanfaatkan kembali. Pada bagian permukaan tanah yang lain juga memanfaatkan barang bekas berupa pecahan genteng. Bagian lain yang menggunakan bahan recycle adalah pada bagian atap.

Desainer Rumah Turi, Paulus Mintarga mengatakan plafon dan genteng untuk bangunan tersebut menggunakan genteng bekas Hotel Sheraton Yogyakarta. “Kami memanfaatkan genteng Hotel Sheraton Yogyakarta yang masih utuh ketika terjadi gempa,” kata dia saat ditemui Espos di Rumah Turi beberapa waktu lalu.

Tak hanya genteng, Paulus juga memboyong sebagian kayu-kayu bangunan lobi hotel tersebut untuk dijadikan pintu. Perabot lain yang menggunakan bahan recycled adalah lantai pada restoran. Ribuan keping potongan kayu jati sisa produksi mebel ditata kembali dengan ukuran yang sama. Menurutnya, perbedaan warna kayu bekas itu justru memberikan keindahan.

Masih di dalam ruang restoran, salah satu sisi dinding dihias dengan kubus kayu yang disusun berjajar untuk menempatkan berbagai hiasan. Kubus itu disusun dari potongan kayu ukuran 1 x 1 cm dengan panjang bervariasi. Sementara permukaan meja makan dibuat dengan memanfaatkan kayu bekas bantalan rel kereta api (KA).

Di beberapa lokasi, terdapat vertical garden (kebun berdiri) yang dibuat dari besi-besi bekas untuk menempatkan pot-pot tanaman.

Dominasi warna cokelat pada tembok Rumah Turi berasal dari tumbukan genteng yang dicampur dengan perekat. “Acian menggunakan genteng yang ditumbuk halus dicampur dengan perekat. Sehingga warna tembok menjadi cokelat.”

Pada sisi lain, Paulus mengatakan penekanan konsep bangunan sebenarnya bukan pada recycle-nya, tetapi lebih pada kreativitas penggunaan barang-barang bekas. Menurutnya, barang bekas justru memiliki keunikan yang melekat. Dengan karakteristik barang bekas yang serba terbatas, dia merasa tertantang untuk menciptakan sesuatu yang menarik.

Sementara dalam membangun sebuah bangunan ada bagian yang tidak bisa digantikan dengan barang bekas, yakni struktur. Misalnya tiang penyangga bangunan harus dibuat kokoh dengan bahan atau barang yang baru agar kekuatannya penuh. ( Akhmad Ludiyanto)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS