Pemilihan konsep yang jelas menjadikan bangunan tempat tinggal menjadi tertata dan elok. (Rumah190.com/Arif Fajar S.) Pemilihan konsep yang jelas menjadikan bangunan tempat tinggal menjadi tertata dan elok. (Rumah190.com/Arif Fajar S.)

Rumah Bergaya Industrialis di Lahan Terbatas

1109 Kali

Konsep yang jelas sejak awal dari pemilik rumah, menjadikan sebuah bangunan tempat tinggal menjadi tertata dan tentu saja elok. Tidak hanya itu, keberadaan bangunan rumahnya pun terlihat menonjol di antara deretan rumah yang ada di sekitarnya.

Itulah yang dilakukan Brian Budi Nugroho Putra, yang memilih konsep industrialis untuk tempat tinggalnya berlantai tiga di dekat Puskesmas Gambirsari, Kadipiro, Banjarsari, Solo. Gaya industrialis didominasi elemen besi, kayu, dengan dinding yang dibiarkan tanpa lapisan lain.

“Awalnya ini rumah biasa yang berdiri di atas tanah 6 meter x 11 meter. Kemudian saya robohkan dan bangun ulang sesuai konsep yang sudah saya siapkan. Kebetulan saya memang suka menata ruangan [desain interior],” terang Brian, ketika ditemui Espos, di rumahnya, Kamis (16/11).

 

Rumah pemilik distro ARGH Inspire di Kerten ini, memilih konsep industrialis dengan pencahayaan dan penghawaan secara alami. Sehingga tak mengherankan rumah yang menghadap selatan ini banyak jendela dan ventilasi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara. Karena tidak terlalu luas, Brian pun sengaja membebaskan ruangan tanpa sekat permanen sehingga kesan luas pun terasa di rumahnya. Lantai satu difungsikan sebagai garasi di sisi barat dan teras di sisi timur yang juga digunakan sebagai ruang tamu.

Kendati berada di luar ruangan, teras ditata apik oleh Brian, dengan memadukan meja dari tutup drum dan seperangkat meja kursi lama (sedan). Tampilan teras sekaligus ruang tamu semakin menarik dengan adanya tanaman dan satu unit sepeda motor matik Nusantara buatan tahun 1960 yang “dipreteli” dan ditempelkan ke dinding seperti mainan tamiya yang siap dirangkai. “Iya konsepnya memang kaya mainan tamiya, ingat masa kecil dulu suka merangkai mainan itu,” ujar bapak dua anak ini.

Rumah Industrialis

Masuk ke bangunan utama, langsung bertemu dengan ruang keluarga lengkap dengan sofa dan perangkat hiburan TV yang diletakkan di bufet lama berdekatan dengan vespa PTS 150. Letaknya  di bawah tangga menuju lantai II. Di samping ruang keluarga ada dapur yang tertata rapi dengan dinding bermotif kubus 3D. Di belakangnya ada kamar mandi dan ruang cuci. Di pojokan ada ruang terbuka (void) membuat ruangan menjadi nyaman kendati tanpa AC. “Ruang keluarga gabung dapur dan ruang makan, jadi kalau ada teman yang datang mereka bisa bikin minum sendiri atau makan, sambil santai ngobrol,” kata dia.

Menuju lantai dua menaiki tangga rangka besi dengan pijakan kayu semakin menguatkan konsep industrialis di rumah tersebut. Lantai dua difungsikan untuk kamar tidur. Ada satu kamar tidur utama dengan kaca lebar pengganti dinding sebelah timur, dan dua kamar tidur anak serta satu kamar mandi. “Anak saya cowok dan cewek jadi tidurnya terpisah,” jelas Brian.

Rumah Industrialis di Lahan Terbatas

Di depan kamar ada sofa untuk ruang santai. Ruangan di lantai dua memiliki balkon untuk melihat luar ruangan. Ruangan ini juga terasa nyaman karena pencahayaan dan sirkulasi udara sangat bagus. Sementara lantai tiga digunakan untuk ruang jemur, setrika, dan tempat barang-barang. Untuk menuju lantai III dari lantai dua terhubung dengan tangga melingkar. “Sengaja saya buat banyak bukaannya agar sirkulasi udaranya bagus. Maklum saya perokok kebetulan teman-teman juga perokok, jadi agar pergantian udaranya bisa cepat,” jelas dia. (Arif Fajar S.)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS