JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Rumah Bernuansa Alami Sejuk dan Nyaman Ditinggali

1244 Kali

RUMAH190.COM—Batu biasa digunakan sebagai fondasi pada bangunan rumah hunian. Dalam perkembangannya, unsur batu mulai digunakan untuk mewarnai bagian interior dan eksterior rumah. Penggunaan batu menguatkan kesan kembali ke alam pada bangunan yang mengaplikasikan material tersebut.

Salah satu hunian yang mengaplikasikan banyak unsur batu adalah rumah milik Murniati di Gajahan, Colomadu, Karanganyar. Hampir seluruh bagian dari rumah itu menggunakan unsur batu.

Setelah membuka pintu gerbang, kita akan bertemu dengan batu-batu kali tertata rapi sebagai alas yang menghampar di halaman. Di sisi kiri rumah, terdapat sebuah kolam yang didominasi oleh batu-batu kali yang berukuran sebesar kepala orang dewasa.

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Pada dinding rumah, Murniati memasang batu-batu kali berukuran sebesar telur ayam. Butuh ketelitian waktu pengerjaan yang tak sebentar agar batu-batu kecil itu bisa terpasang dengan rapi.

“Saya enggak menghitung hari. Pokoknya bagaimana agar bisa terpasang dengan rapi,” kata dia beberapa waktu lalu.

Selain di dinding rumah bagian depan, unsur batu juga ditempatkan di banyak sudut rumah seperti kolam ikan di sudut belakang rumah, kamar mandi dalam dan beberapa bagian dinding rumah.

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Di kamar mandi, Murniati memasang batu alam berbentuk lembaran pada dinding. Batu andesit juga digunakan sebagai lantai kamar mandi. Lantai itu memiliki keunggulan memiliki kekesatan yang baik karena lumut tidak mudah tumbuh pada media tersebut.

Bagian paling sulit dalam proses pembangunan rumah yang berdiri pada lahan seluas 400 meter persegi itu adalah memilih tukang. Menurut dia, tak banyak tukang yang cukup teliti dan terampil untuk mewujudkan rumah idamannya itu. Ia bahkan beberapa kali mengganti tukang yang bekerja di rumahnya.

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Murniati mengatakan konsep rumah yang ia bangun itu adalah unik, tidak panas (asri) dan tidak monoton. Ia mengaku membangun rumah itu tanpa bantuan mandor selama dua tahun. “Kalau dihitung memang mahal di awal. Tapi perawatannya minim sehingga menjadi murah,” terang dia.

Pakar desain interior dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Mulyadi, mengatakan penggunaan material batu, khususnya untuk pelindung dinding jelas akan membawa nuansa alam ke hunian tersebut. Apalagi jika batu yang digunakan tidak dibuat mengkilap alias dibiarkan kusam.

“Kalau mengkilap, kesannya jadi modern,” ujarnya.

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Batu alam memiliki banyak kelebihan dibanding penggunaan cat atau bata sebagai pelapis dinding. Salah satunya adalah lebih tahan terhadap cuaca dan memiliki warna yang relatif soft atau tidak kontras.

“Batu memiliki fungsi tampilan dan fungsi estetika karena tekstur dan warna yang bernuansa alam. Bangunan dengan dinding batu biasanya terasa lebih nyaman,” kata dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS tersebut.

Perawatan batu alam juga terbilang mudah. Cukup lapisi dengan coating maka dijamin batu akan awet. Kalau Anda tidak memberi coating, dikhawatirkan lumut akan tumbuh dan membuat dinding menjadi kurang nyaman dipandang.

“Perlu diketahui batu alam terdiri atas beberapa jenis tergantung usianya. Yang paling lama misalnya granit, lalu yang lebih muda ada marmer. Ada pula jenis batu andesit,” terangnya. (Ivan Andimuhtarom)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS