JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Rumah Deret Nan Asri Ini Ada di Solo

1242 Kali

RUMAH190.COM—Pemerintah Kota Solo belum lama ini menata kawasan bantaran Kali Pepe yang berada di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari. Pemkot membongkar hunian liar di sekitar bantaran sungai kemudian membangun rumah deret tiga lantai. Ada dua blok rumah deret yaitu yang berada di Jl. R.M. Said  dan di Jl. Saharjo.

Bangunan rumah deret atau secara resmi bernama Griya Waras Wareg Wasis Mapan Pangan (3WMP) yang berada di Jl. R.M. Said terdiri atas 13 kios dan 27 hunian. Seluruh kios berada di lantai I. Sementara hunian terbagi di seluruh lantai. Lantai I ada satu hunian. Lantai II terdapat 14 hunian dan lantai III terdapat 12 hunian.

JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino

JIBI/Solopos/Ivanovich Aldino

Masing-masing hunian berukuran sekitar 21 meter persegi. Ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan ruang keluarga sekaligus ruang tamu. Seluruh hunian berlantai keramik putih berukuran 30cm x 30cm.

Dinding dalam di hunian tersebut sudah diplester dan diaci dengan semen. Sementara dinding luar dibiarkan tanpa plesteran semen dan pasir. Namun nuansa tersebut justru membuat bangunan itu terlihat artistik. Bata merah dibiarkan terlihat menempal satu sama lain dalam tatanan yang rapi.

JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu

Selain fasilitas pribadi pada masing-masing hunian, secara keseluruhan blok rumah deret tersebut memiliki fasilitas komunal. Sebut saja instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat menjemur pakaian, tempat sosialisasi sesama penghuni rumah deret dan tempat parkir kendaraan.

Kusen dan daun pintu serta jendela terbuat dari besi dan kaca. Besi dicat gelap. Sedangkan genting yang digunakan adalah jenis genting metal pasir berwarna merah tua. Bagian dinding atau tembok yang diplester dicat dengan warna krem.

Empat tiang lampu penerangan berada di depan. Masing-masing tiang memiliki dua cabang. Lampu bulat berwarna putih berada pada masing-masing cabang untuk menerangi kawasan itu di malam hari.

Hawa di rumah deret tersebut relatif sejuk. Pasalnya, sebagian besar kios yang menghadap selatan dimanfaatkan untuk berjualan tanaman hias. Tanaman-tanaman yang berada di halaman depan itulah yang memberi kesejukan.

Blok rumah deret yang berada di Jl.  Saharjo memiliki desain arsitektur yang identik dengan rumah deret di Jl. R.M. Said. Bedanya, di Jl. Saharjo seluruh kamar menghadap ke barat (satu arah) karena pada masing-masing lantai hanya ada satu deret hunian. Sementara rumah deret di Jl. R.M. Said terdiri atas dua deret hunian.

JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu

JIBI/Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu

Rumah deret itu terdiri atas 10 kios di lantai I, sembilan hunian di lantai II dan sembilan hunian di lantai III. Kedua rumah deret itu juga dilengkapi dengan APAR dan hidran. Hal itu dimaksudkan sebagai antisipasi atas bahaya kebakaran yang mungkin terjadi pada bangunan tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo, Taufik Basuki Supardi, saat ditemui di kantornya, mengatakan pembangunan rumah deret adalah bagian dari upaya penataan kawasan hunian bantaran sungai. Arsitektur dan tata ruang gedung itu menyesuaikan kebutuhan warga yang sebelumnya menempati daerah itu.

“Mereka yang usahanya berdagang tanaman hias tetap bisa berjualan di lokasi itu. Kami mengubah hunian horizontal menjadi vertikal,” terangnya.

Menurutnya pembangunan rumah deret itu diharapkan membawa kesejahteraan bagi para penghuni karena standar hidup mereka terpenuhi. Pembangunan dua blok rumah deret itu juga mengandung filosofi sungai sebagai orientasi. Artinya, sungai bukan tempat untuk membuang sampah dan lain sebagainya.

“Tahun ini kami mempersiapkan untuk membangun blok serupa dengan konsep green building di wilayah Kelurahan Kestalan. Kami targetkan 2016 bisa direalisasikan,” ungkap dia. (Ivan Andimuhtarom)

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS