patung di rumah Bambang Wirawan patung di rumah Bambang Wirawan

Rumah Jawa, Jadi Tempat Kumpul Seniman

252 Kali

Sebagai seorang seniman, Bambang Wirawan memiliki banyak teman. Pria yang belakangan intensif memberikan pelatihan pertukangan kayu di daerah lereng Gunung Merbabu itu mengaku terbuka kepada siapa saja yang ingin singgah ke rumahnya.

“Pintu rumah saya selalu terbuka. Saya biasa mengatakan anggaplah sebagai rumah sendiri,” ucapnya seraya tersenyum saat ditemui Rumah190.com di Jl. Tirtosari No. 27, Purwonegaran, Solo, beberapa waktu lalu.

Di rumah kayu itu, obrolan para seniman itu mengalir dengan sendirinya. Tema yang dibicarakan beragam. Mulai dari hal terkecil sampai hal-hal yang bersifat serius. “Paling banyak kita mengobrol seputar perkembangan seni dan budaya masa kini. Kadang-kadang kita berdiskusi bagaimana mencari solusi atas persoalan-persoalan yang belakangan terjadi di negeri ini,” ujarnya.

Bambang sengaja mendesain bagian belakang rumahnya menjadi taman. Beberapa tanaman hias tumbuh subur di belakang rumah. Dia juga menempatkan beberapa kolam kecil di taman itu. Sebuah lesung atau lumpang kayu memanjang yang semula difungsikan untuk menumbuk gabah sengaja difungsikan sebagai kolam ikan.

Keberadaan taman di belakang rumah semakin membuat suhu di dalam rumah kayu itu terasa lebih adem kendatipun lokasinya tepat berada di tengah kota yang padat. Karena kenyamanan itulah, tak heran jika rumah Bambang kerap menjadi jujukan para seniman. Salah satu seniman yang kerap singgah ke rumah Bambang adalah R. Hardjanto atau yang akrab disapa Janthit. Seniman yang aktif melukis, menari, membuat topeng hingga menjadi dalang itu mengaku biasa berkumpul dengan sesama seniman di rumah Bambang. “Jika berkumpul dengan teman-teman sesama seniman, biasa kami banyak mendapatkan ide-ide segar dalam membuat sebuah karya atau pertunjukan,” papar Janthit saat ditemui di lokasi terpisah. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS