Rumah Bahtiar Djoko Rumah Bahtiar Djoko

Rumah Jawa Unik Tujuan Wisatawan

762 Kali

normal_20140803_teras_belakang_rumah_2Rumah tersebut terletak di sekitar satu kilometer dari Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC), Tulung, Klaten. Dari depan, bangunan rumah ini terlihat seperti rumah joglo yang berbentuk limasan. Sebuah pendapa tertutup berada di bagian depan. Di belakang pendapa itu, terdapat ruang utama yang dilengkapi dengan gandhok tengen, gandhok kiwa dan senthong. Pendapa berdinding kayu itu dipenuhi ukiran di bagian depan yang dibuat para pengrajin asal Serenan, Juwiring, Klaten.

Tidak hanya menggunakan konsep rumah adat Jawa, kediaman Bahtiar Djoko Widagdo, 38, tersebut juga mengusung konsep bangunan klasik ala Romawi. Hal itu bisa dilihat dari bagian belakang rumah yang terdapat sejumlah tiang atau pilar penyangga teras berukuran besar. Tiang-tiang tersebut terbuat dari material bangunan biasa seperti adonan semen dan pasir, batu koral serta batu bata. Permukaannya sengaja tidak dilapisi pelur sehingga batu bata tampak jelas. Kendati begitu, garis-garis yang timbul akibat pemasangan batu bata itu terlihat lebih estetis. Pemasangan batu bata itu menggunakan teknik khusus seperti vertikal dan horizontal sehingga hasilnya lebih sedap dipandang.

“Pilar-pilar besar itu memang terinspirasi dari bangunan-bangunan zaman Romawi. Tetapi, saya sengaja menambahkan pola garis-garis dari batu bata itu sebagai daya tariknya,” jelas Bahtiar saat ditemui Espos di rumahnya di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, belum lama ini.

Koko, sapaan akrabnya, mengonsep bagian belakang rumahnya sebagai tempat bersantai. Bagian belakang rumah itu dibangun taman dan kolam.

Rumah ini dikelilingi pagar yang terbuat dari beton dan kayu. Bagian permukaan beton itu dilapisi potongan-potongan batu membentuk pola garis-garis. Pola garis-garis berwarna gelap dan terang ini mengingatkan pada ornamen bangunan-bangunan ala Timur Tengah.

“Rumah ini kerap menjadi homestay para wisatawan. Selama ini wisatawan memang menyukai bangunan-bangunan rumah adat Jawa sebagai tempat singgah. Kebetulan, ada beberapa rumah adat Jawa di desa ini yang masih terjaga dengan baik,” kata mantan Kepala Desa (Kades) Daleman ini. (Moh.Khodiq Duhri/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Bedah Rumah

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS