Buruknya pengelolaan selokan sering berakibat fatal seperti melubernya air dari selokan baik pada musim hujan ataupun musim kemarau.Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Buruknya pengelolaan selokan sering berakibat fatal seperti melubernya air dari selokan baik pada musim hujan ataupun musim kemarau.Kurniawan/JIBI/SOLOPOS

Selokan, Penting Tapi Sering Dilupakan

1482 Kali

RUMAH190.COM–Saat musim hujan, keberadaan selokan di sekitar rumah menjadi sangat vital. Tidak sekadar saluran pembuangan air limbah rumah tangga tetapi juga untuk kelancaran aliran air hujan. Bila aliran air selokan tak lancar, banjir jelas akan mengancam.  Mengingat fungsinya yang sangat penting sebagai tempat pembuangan air limbah rumah tangga seperti air bekas cucian maupun air bekas mandi, kehadiran selokan dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah tinggal. Namun, karena lokasi penempatan selokan yang cenderung terpencil dalam rumah membuat banyak orang kurang memperhatikan kondisi selokan.

Orang kadang mengabaikan kebersihan selokan. Padahal, menjaga selokan bersih dari sampah, pasir, lumpur maupun limbah padat rumah tangga lainnya sangat penting untuk menghindari terjadinya luapan air karena saluran mampet. Selain itu, menjaga lingkungan tetap bersih juga mendukung kesehatan warga.

Oleh karena itu, agar selokan dapat berfungsi maksimal, diperlukan perawatan untuk menjaga kondisi selokan tetap bersih dari sampah maupun limbah padat rumah tangga lainnya agar air yang dibuang ke selokan rumah dapat mengalir lancar ke tempat pembuangan air yang lebih besar.

Seperti dilakukan oleh warga Kerten, Budi, yang mengaku membersihkan selokan di sekitar rumahnya ketika kotoran dirasa sudah menumpuk dan mengganggu aliran air di selokan. Pada saluran air dari PVC yang di bagian atas ditutup dengan beton di rumahnya terdapat bak kontrol selokan, di mana bak kontrol inilah yang menampung berbagai kotoran, seperti pasir, lumpur, sisa-sisa nasi atau makanan yang tak sengaja terbuang ke selokan.

”Di rumah saya ada satu bak kontrol selokan. Bak kontrol ini ditempatkan di sekitar lokasi untuk mencuci baju. Jika kotoran sudah mulai menumpuk di bak kontrol, saya tinggal membuka penutup bak kontrol dan mengangkat kotoran yang menumpuk sehingga tidak mengganggu aliran air dari selokan dalam rumah menuju selokan di depan rumah,” kata Budi saat dijumpai Rumah190.com di kediamannya.

Hal tak jauh beda dilakukan oleh keluarga Giri yang berdiam di Perumahan Gondang Permai, Wonorejo. Giri mengaku melakukan perawatan selokan rutin sebulan sekali dengan cara membersihkan selokan dari kotoran-kotoran yang menyangkut, sehingga air yang dibuang ke selokan dapat mengalir lancar.

”Lebar selokan di rumah saya sekitar 40 sentimeter dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. Agar tidak menimbulkan bau, selokan saya tutup dengan beton dan kotoran yang mengendap di selokan saya bersihkan setiap sebulan sekali,” kata dia.

Sementara salah seorang warga Jl Duku, Karangasem, Laili mengatakan, pernah suatu ketika saluran air di rumahnya mampet. Setelah dicek, ternyata ada sampah yang menumpuk sehingga mengganggu aliran air yang dibuang ke selokan. Sejak saat itu, dia dan suaminya tidak lupa mengecek selokan dan membersihkannya dari kotoran yang mengganggu aliran air.

”Kebetulan warga di lingkungan sekitar rumah saya memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan. Selokan di sekitar rumah saya juga dijaga kebersihannya sehingga saya tidak khawatir akan terjadi luapan air atau banjir saat hujan turun,” kata dia.

Membersihkan selokan dari kotoran secara rutin juga dilakukan warga Kerten lainnya, Rosi dan suaminya. ”Di rumah saya ada empat bak kontrol selokan. Agar saluran air tidak mampet, bak-bak kontrol tersebut sering saya bersihkan dari kotoran yang mengendap di dalamnya,” kata Rosi. (Aeranie Nur Hafnie)

RELATED POST FOR CATEGORY

News

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS