Untuk sirkulasi udara yang paling baik adalah dengan menghadirkan lubang angin, sebisa mungkin hindari pemakaian exhaust karena selain boros energi, sirkulasi udaranya hanya satu arah jadi kurang bagus/pinterest.com Untuk sirkulasi udara yang paling baik adalah dengan menghadirkan lubang angin, sebisa mungkin hindari pemakaian exhaust karena selain boros energi, sirkulasi udaranya hanya satu arah jadi kurang bagus/pinterest.com

Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Kamar Mandi

647 Kali

RUMAH190.COM–Mendesain kamar mandi pada umumnya tak terlepas dari kultur mandi dan buang air besar pemilik rumah.Ada dua kultur yang setidaknya banyak dipilih oleh masyarakat di sini dalam mendesain kamar mandi, yakni kultur barat di mana kamar mandi biasanya terdiri, shower dan kloset duduk. Atau kultur Indonesia, di mana kamar mandi terdiri atas bak air plus gayung dan kloset jongkok.

Dosen Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS Solo, Soepono Sasongko menjelaskan, salah satu kultur mandi tersebut dapat diadaptasi ke lahan terbatas dengan menyediakan lahan minimal berukuran 2 X 1,5 meter untuk membangun kamar mandi. ”Itu batas minimal kamar mandi di lahan terbatas, di mana kamar mandi terdiri dari tempat untuk mandi dan kloset,” ujar Soepono ketika berbincang dengan Rumah190.com di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, mengadopsi kultur barat dalam mendesain kamar mandi lebih efisien tempat jika dibandingkan kultur Indonesia. Namun, kebanyakan orang kurang puas dan nyaman jika tidak mandi dengan cara air dari gayung diguyurkan ke badan.

Oleh karena itu, lahan terbatas pun bisa didesain dengan mengadopsi kultur Indonesia. Kalau pun mengadopsi kultur barat dengan menempatkan shower dan kloset duduk, bisa dihadirkan pula kultur mandi Indonesia dalam kamar mandi tersebut dengan menempatkan ember untuk wadah air dan gayung.

Soepono menyebutkan ada beberapa faktor yang penting diperhatikan dalam mendesain kamar mandi, seperti faktor sirkulasi udara, pencahayaan alam dan material bangunannya. Untuk sirkulasi udara yang paling baik adalah dengan menghadirkan lubang angin, sebisa mungkin hindari pemakaian exhaust karena selain boros energi, sirkulasi udaranya hanya satu arah jadi kurang bagus.

”Selain itu harus diperhatikan pula pencahayaan alam dalam kamar mandi tersebut. Paling tidak dalam kamar mandi ada boufenligh berupa jendela kaca di bagian atas ruangan atau kaca buram di bagian atap kamar mandi,” jelas Soepono.

Mengenai materialnya, bisa dipilih material yang tidak licin terutama untuk lantainya dipilih keramik bertekstur. Selain itu mudah dibersihkan, tidak mudah pecah dan tidak tajam.

Jika dilihat dari segi teknis dan estetikanya, pemilihan materialnya bisa disesuaikan dengan selera pemilik rumah. Menghadirkan suasana alami dalam kamar mandi, materialnya dapat menggunakan batu-batuan. Sementara yang ingin nuansa modern, dapat dipilih dari bahan keramik.

Mengingat lahannya terbatas, harus memperhatikan luas kamar mandi. Luas bak mandi untuk di lahan terbatas minimal berukuran 60X60X80 sentimeter. Sedangkan dinding kamar mandi sebisa mungkin dilapisi dengan bahan tahan air, mudah dibersihkan dan tidak mudah pecah.

Soepono menambahkan, penempatan kelengkapan mandi juga penting diperhatikan. ”Bak mandi bisa didesain sedemikian rupa untuk tempat kelengkapan mandi, sehingga bisa lebih efisien tempat dan kamar mandi terlihat lebih rapi,” ujarnya.(anh)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS