pinterest.com pinterest.com

SKYLIGHT: Solusi Cahaya Alami Matahari

659 Kali

Keterbatasan lahan dan adanya bangunan di sekeliling rumah membuat pemilik rumah kesulitan menempatkan jendela. Keterbatasan ini menyebabkan ruangan-ruangan di dalam rumah menjadi gelap di siang hari karena tidak mendapatkan pencahayaan alami dari sinar matahari. Penghuni terpaksa menggunakan lampu listrik untuk menyinari ruangan tersebut sepanjang hari. Tak ayal, tagihan rekening listrik pun selalu membengkak.

Untuk mendapatkan cahaya alami dari sinar matahari dalam kondisi rumah yang demikian sebenarnya masih bisa disiasati dengan menempatkan skylight. Skylight merupakan bukaan cahaya alami yang diambil dari arah vertikal atau dari atap rumah. Cahaya matahari dari arah vertikal akan langsung jatuh dan menyinari ruangan. Dengan kata lain, kita harus membuat bukaan dari atap untuk mengakses sinar matahari langsung.

Skylight ini bisa berupa yang langsung (tanpa penutup) dan skylight yang menggunakan penutup yang berbahan tembus cahaya. Untuk skylight tanpa penutup ini memberikan keuntungan ganda yakni sebagai jalan masuknya sinar matahari secara langsung sekaligus sebagai sirkulasi udara. Namun untuk skylight ini tidak menguntungkan di musim penghujan karena air akan langsung  jatuh ke dalam rumah. Kecuali di bawah skylight ini sudah dipersiapkan taman atau kolam untuk menampung air hujan tersebut.

Praktisi arsitek asal Karanganyar, Eko Waluyo Jati, mengatakan jika direncanakan dengan baik skylight ini bisa menjadi sumber cahaya sekaligus sirkulasi udara tanpa harus kehujanan di dalam rumah. “Misalnya di bawah skylight itu dibuat taman atau kolam untuk menampung air hujan,” kata dia di Perum UNS Jati, Karanganyar, beberapa waktu lalu.

 

Pilihan Bahan

Sedangkan untuk skylight yang tertutup, bahan penutupnya bisa bermacam-macam di antaranya kaca dan polycarbonat. Kaca memiliki daya tembus sinar yang baik namun kaca biasa tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menantang sinar matahari setiap hari. Sementara bahan polycarbonat dijadikan pilihan sebagian orang karena lebih ringan dan lentur. “Penggunaan bahan apa saja sih boleh, dan di pasaran juga banyak pilihannya. Tapi pada prinsipnya kita pakai bahan yang tembus cahaya,” imbuh dia.

Di sisi lain, untuk penutup skylight ini bisa diaplikasikan lovera. Bahan ini punya banyak keuntungan karena bekerja seperti kerai yang punya sirip-sirip yang bisa dibuka-ditutup. Kita juga menyesuaikan cahaya dan udara yang masuk dengan mengatur buka-tutupnya. Pada saat hujan turun dan kita tidak menghendaki air masuk ke dalam rumah, maka lovera ini tinggal ditutup. Namun konsekuesnsinya cahaya juga tidak dapat masuk.

Sementara itu, dikutip dari Architectaria tipe skylight yang paling banyak diinstal di rumah saat ini adalah curbed-mounted skylight dan frame-in-place skylight. Curb-mounted skylights terpasang di dalam frame kayu yang khusus untuk tipe skylight yang memiliki bukaan. Sementara frame-in-place skylight memiliki bukaan yang sama rata dengan roof line. Skylight tipe ini terpasang di dalam frame. (Akhmad Ludiyanto/JIBI)

 

 

 

RELATED POST FOR CATEGORY

Eksterior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS