Cat dinding di sebuah ruang tamu milik warga Sragen mengelupas karena dinding terlalu lembab. (Tri Rahayu/JIBI) Cat dinding di sebuah ruang tamu milik warga Sragen mengelupas karena dinding terlalu lembab. (Tri Rahayu/JIBI)

Solusi Dinding Lembab

4653 Kali

 

GRIYA190.COM — Musim penghujan sering menimbulkan masalah baru pada bangunan rumah. Permasalahan itu pasti berhubungan dengan air, entah genting yang bocor atau saluran pipa/talang yang bocor. Permasalahan yang lebih sulit lagi ketika berhadapan dengan dinding lembab, bahkan sampai berjamur. Tak sedikit masyarakat yang mengeluh lantaran kesulitan mengatasi dinding lembab itu.

Untuk mengatasi dinding lembab memang gampang-gampang susah. Langkah awalnya harus mengetahui faktor penyebab dinding lembab terlebih dulu. Arsitek Solo, Daris Fath, saat ditemui rumah190.com di kediamannya, beberapa waktu lalu, mengungkapkan banyak faktor yang mengakibatkan dinding lembab. Faktor-faktor itu meliputi kurangnya sirkulasi udara, tidak cermat dalam pembuatan konstruksi dinding, terjadi kebocoran pipa saluran drainase rumah, rembesan dari kamar mandi, rembesan dari dinding luar atau tanah dan faktor lainnya.

“Dulu, pernah ada kasus di rumah adik saya di Jogja. Kebetulan rumahnya berada dekat sawah, di mana permukaan sawah ternyata lebih tinggi dari permukaan lantai. Akibatnya, dinding yang berbatasan dengan sawah sering basah. Sudah beberapa kali ganti cat. Bahkan mau dikeramik, tetapi tidak cocok karena terkesan seperti kamar mandi. Akhirnya, saya sarankan berkomunikasi dengan pemilik sawah untuk minta izin membuat trasram di dinding luar. Permasalahan rembesan air pun tuntas,” kisah Daris.

Dinding yang lembab atau basah bisa diketahui dengan munculnya bercak-bercak yang membentuk semacam pulau-pulau di bagian bawah dinding. Ketinggian kelembaban dinding itu biasanya kurang dari satu meter dari lantai. “Salah satu ruang yang jarang saya gunakan sering lembab karena kurangnya sirkulasi. Kalau bicara sirkulasi, ya, sirkulasi udara dan cahaya. Selama sirkulasi terjaga, dinding ruangan jarang lembab,” tambahnya.

Menurut dia, antisipasi kelembaban itu bisa dilakukan sejak membuat konstruksi. Biasanya orang tidak secara detail mengetahui kadar kelembaban tanah sebelum membangun rumah. Daris menyarankan pada struktur dinding seharusnya diberi sloop, semacam beton bertulang yang menghubungkan pasangan batu bata dengan fondasi.

Dia menguraikan pasangan batu bata setinggi satu meter di atas sloop diupayakan dengan campuran pasir dan semen yang bagus. Selain itu, Daris menambahkan plesteran dan acian pada dinding setinggi satu meter dari fondasi juga harus dengan kualitas yang baik. Daris menyebut tahapan-tahapan itu dengan istilah trasram. Teknik tersebut dinilai Daris yang paling efektif untuk mengatasi rembesan air tanah ke dinding.

Desainer interior dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Andi Setiawan, mengatakan kelembaban dinding sering kali disebabkan rembesan air dari atas, yakni atap yang bocor, dan rembesan dari tanah.

“Untuk mengatasi permasalahan itu salah satunya dengan waterproofing. Kalau rembesan air dari atas bisa menggunakan karpet talang untuk menutup kebocoran. Atau melapisi genteng dengan cat antiair (waterproof),” tambahnya. (Tri Rahayu/JIBI)

RELATED POST FOR CATEGORY

Interior

0 Comments

LEAVE YOUR COMMENTS